Showing posts with label Belanda. Show all posts
Showing posts with label Belanda. Show all posts

Friday, November 06, 2015

New Year 2015 Trip Part 3: The first snow and the journey began...!

Saya sudah membeli tiket minipas euroline ketika memperoleh kabar bahwa visa my significant one sudah keluar. Saya membeli untuk perjalanan Amsterdam - Brussel - Paris - Amsterdam. Kota yang "cukup dekat" untuk ditempuh dengan bus. Walaupun banyak opini bahwa perjalanan dengan kereta jauh lebih nyaman, tapi harga tiketnya mahal jika waktunya telah cukup dekat. Untuk dapat memperoleh harga tiket kereta yang murah harus mulai rajin mencari dan memesan dari 3 bulan sebelum keberangkatan. Keterangan dan ketentuan tentang euroline minipas bisa dibaca di website mereka.

Sepulangnya kami dari menonton di malam sebelumnya, my not yet husband sempat bertanya soal salju. Karena tahun sebelumnya salju juga tak banyak turun di Belanda (at least di bagian Wageningen) saya pun dengan santai nya bilang mungkin tidak akan ada salju sampai awal tahun. Tapi ternyata keesokan paginya salju telah menutupi permukaan tanah walaupun tak terlalu tebal.

Saya lupa nama stasiun tempat keberangkatan Bus euroline (Duivendrecht stasiun namanya), tak begitu jauh dari Amsterdam central, hanya perlu naik Metro. Karena jam keberangkatannya siang, dan tak mau merugi dengan membeli tiket kereta ke Amsterdam, akhirnya kami berangkat pagi untuk dapat berjalan diseputar centrum nya Amsterdam.
di Dam Square, tanpa jejak salju
 masih belajar menggunakan tongsis :D

Karena hanya memiliki waktu terbatas di Amsterdam, kami hanya berjalan ke Dam Square dan membeli beberapa perlengkapan anti dingin yang kebetulan sedang banyak di diskon di pertokoan sepanjang centrum. Walaupun salju turun di pagi harinya, siang hari sama sekali tak ada terlihat serpihan putih, sudah hilang tergantikan genangan coklat kotor dibeberapa tempat.

Di stasiun keberangkatan bus euroline Duivendrecht, tiket minipass nya di tukarkan di counter, kami diberikan bag tag untuk menandai barang yang dibawa dan nomer bus/ tiket (kalau tidak salah :D) tidak ada nomer kursi . Karena saya sempat mengantri lama di toiletnya, akhirnya kami naik bus belakangan dan "terpaksa" duduk paling depan. Jadi satu row paling depan itu diberi pembatas awalnya sehingga tidak ada yang dapat menempati. Sepertinya sengaja disediakan untuk para penumpang yang muncul di last minute. Dan dimulailah perjalanan kurang lebih 3 jam ke Brussel.
Karena musim dingin yang mataharinya cepat menghilang, sesampai di Brussel sudah gelap dan gerimis. Untungnya saya sudah browsing sebelumnya lokasi penginapan tempat kita bermalam dan sudah mendownload google map. Berbekal google map offline itulah kita akhirnya berjalan dan sukses menemukan penginapan.

Ada kemacetan juga lho... dan salju masih terlihat di sisi jalan yang tak terusik
Saya tak tahu itu patung merah maksudnya apa

Oya, karena sistem minipas yang open (dan murah), kita harus booking perjalanan di lokasi keberangkatan dan subject to availability. Jadi untuk menetapkan tanggal berapa berangkat dari belanda ke brussel, harus ke loket euroline di Belanda. Nah untuk menetapkan tanggal berapa dari brussel ke Paris, harus di loket brussel, dan tak bisa online. Makanya begitu sampai di stasiun brussel kami langsung ke loket euroline (pembelian) untuk booking keberangkatan ke Paris. Sempat tersasar ke loket keberangkatan euroline bagi yang sudah memiliki tiket sebelum diarahkan ke tiket pembelian mereka. Padahal sudah sempat antri lumayan juga :D

Karena sudah gelap (walaupun belum malam) dan bukan penikmat kehidupan malam (seperti teman2 di perjalanan sebelumnya) akhirnya malam itu kami hanya mencari makan malam (berakhir di kebab karna ada label halal nya) dan beristirahat. Besok nya kami tak berniat menjelajahi Brussel, kenapa? Karna besok adalah hari minggu dan tiket keluar kota discount 50%, jadi kami berniat mengunjungi kota cantik Genth terlebih dahulu dan baru mengexplore Brussel setelahnya.

Wednesday, November 04, 2015

New Year 2015 trip Part 2: The Small Town called Wageningen

Melanjutkan cerita perjalanan libur menyambut tahun baru 2015 saya kemaren, yang baru saya ceritakan bagian kedatangan doank :D, kali ini saya akan posting perjalanan di tiga negara tersebut per hari.

Jadi itinerary selama perjalanan kali ini kurang lebih seperti ini.
25 Dec 2014 : Arrival
26 Dec 2014 : Wageningen the village - Hobbits
27 Dec 2014 : The Snow, Amsterdam and Brussel
28 Dec 2014 : Gent - Canal Cruise
29 Dec 2014 : Brussel - walking around city and the museum
30 Dec 2014 : Brusel the city and continue to Paris?
31 Dec 2014 : Paris, hop on hop off bus, lunch
1 Jan 2015    : Paris when everything almost closed : where did we go then? Grand Mosque
2 Jan 2015    : Arrived back in Wageningen
3 Jan 2015    : Amsterdam - shoes-light- maximus diner
4 Jan 2015    : Another city in the Netherlands (amsterdam and rotterdam) shopping!
5 Jan 2015    : amsterdam - lilystad - the jacket
6 Jan 2015    : He's leaving

Yang saya ingat pada hari ini adalah karena sore nya kita nonton hobbit the battle of five armies  dan makan di halal kebab dekat bioskop tersebut. Cuaca malam itu cukup dingin dan karena masih libur natal, bioskop nya penuh (dengan orang tua dan anak-anak). Saya tak yakin pernah mencerikan tentang bioskop kecil disini. Mereka punya waktu break untuk ke toilet atau membeli snacks, tepat di tengah-tengah film! Saat seru-serunya pertempuran, tiba-tiba blep! layarnya gelap. Dan tanpa protes orang-orang langsung berdiri, mengambil jaket dan keluar. Antrian toilet sangat panjaaaaaaaang.... Dan 15 menit kemudian semua kembali duduk manis untuk lanjut menikmati film. Tidak semua bioskop di Belanda seperti ini (katanya). Rangkaian bioskop bernama -Pathe'- tidak memiliki waktu break seperti ini, tapi -Cinemec- dan bioskop di Wageningen ini memiliki waktu break.

Untuk "kota" (kampung) wageningen sendiri tidak ada yang menarik untuk di explore.

Friday, August 01, 2014

Mengatasi Stress

Setelah minggu lalu dengan gagah perkasa super sombong menolak saran sang psikolog untuk melanjutkan review konsultasi dengan nya dua minggu setelah pertemuan kami, saat ini (seminggu kemudian) saya kembali bertemu dengan si stress. This is not my first experience doing a master thesis.. tapi kenapa jauh berbeda ya..? Dulu saya tak pernah merasakan pressure sebesar ini. Mengerjakannya pun santai sekali dan sang supervisor (dahulu) yang lebih sering menanyakan perkembangan saya karna saya tak kunjung jua mengirimkan draft tulisan.

Jika saya menyimpulkan penyebabnya karena topik yang saya kerjakan saat ini tidak familiar, dahulu bahkan lebih baru lagi bagi saya. Mungkin lebih tepat jika saya simpulkan dahulu saya punya banyak waktu untuk mengalihkan perhatian dari stress. Saya tak punya jadwal untuk ke "kantor"setiap harinya. Jika saya mulai merasa stress saya bisa dengan gampangnya mengalihkan perhatian ke film atau tidur. Sekarang ini saya seharian harus di workstation, didepan komputer, membaca literature yang semakin membuat saya meragukan rencana penelitian saya dan semakin membuat saya merasa tak mengerti apa-apa di topik ini.

Seperti biasa, jika sudah mulai stress, maka kebala saya akan berat, tanpa sadar bernafas pendek-pendek dan badan menjadi sangat tense. Setelah berusaha mengaplikasikan petunjuk sang psikolog, menyadari bahwa semua ini cuma alarm dari salah satu sudut otak saya endiri, dan dengan sudut lainnya saya bisa melabeli serta mengidentifikasi nya. Masalahnya si otak yang sama kemudian menganalisa bahwa "alarm" itu memang patut untuk diperhatikan. Jadi upaya pengalihan stress tetap tidak sukses. Sekurangnya hal itu dapat kembali membawa nafas saya ke normal rate.

Upaya kedua saya untuk memadamkan "alarm"ini adalah dengan menuliskan hal yang membuat saya takut, cemas dan berujung stress ini. Mengambalikan pikiran saya ke fokus utama penelitian, masalah yang membuat saya cemas dan belum mengerti, dan apa yang bisa saya lakukan terhadap itu. Jalan ini membawa saya ke sudut lain permasalan.. "saya malas / malu / tidak pede untuk melakukan hal yang seharusnya saya lakukan untuk mengatasi malasah ini". Dan sengan suksesnya membuat saya kembali stress. Tapi sekurang ini membawa saya kembali menyadari apa yang membuat kepala saya berat. Tidak hanya bingung tak mau memikirkan apa yang menjadi masalah dan pusing sendiri dengan kondisi fisik yang memburuk (refering to my body tense and headache).

Saya pikir dengan menulis disini, merefleksikan apa yang terjadi, juga akan membantu saya mengatasi stress ini. Tapi sepertinya ini juga kontra produktive. Sama sekali tak membantu. Saya kembali stress. Satu-satunya jalan yang sepertinya cukup sukses mengatasi masalah ini untuk sementara adalah dengan mengabaikannya. Tidak memikirkannya sama sekali dan memikirkan hal lain. Dan akhirnya apa? Saya tak mengerjakannya? Bukannya malah akan memperburuk keadaan nanti?

Dalam usaha mengidentifikasi penyebab "kepanikan"ini, saya menyadari bahwa saya tak begitu puas dengan experimental design and research arrangement nya. Saya butuh masukan dari si supervisor yang tak jua memberi feedback dan saya sebel dengan diri sendiri yang tak mau menanyakannya lagi karena kecemasan yang tak beralasan. Ah sudahlah... lets just continue wasting my day.

Thursday, July 17, 2014

Excursions

Kebetulan program saya sering sekali melakukan excursion ke lapangan. Mulai dari yang dekat dan hanya membutuhkan bersepeda hingga yang jauh selama sepuluh hari ke south france. Kali ini saya akan memajang beberapa foto menarik yang saya peroleh selama excursion dengan sedikit cerita jika saya masih ingat.

Foto-foto berikut ini saya ambil ketika kelas mengadakan excursion ke sebuah perusahaan pembibitan rumput dan cereal crops. Ya benar.. Pembibitan rumput! FYI, rumput-rumput di lapangan bola dan lapangan golf itu tidak serta merta muncul dilapangan lhoo.. Mereka ditanam dan dipilih varietas tertentu yang cocok untuk masing-masing aktifitas. Rumput untuk lapangan bola misalnya dibibitkan yang tidak gampang mati terinjak-injak.. :)

Tentu saja foto-foto saya sama sekali tidak mengambil plot pembibitan mereka.. Cuma berbagai macam rumpuut..! Yang lebih menarik adalah foto-foto dibawah ini

Gereja di dekat loksi yang seperti bangunan-bangunan lainnya
berdiri sendiri bertetanggakan lahan pertanian

Cute bee disalah satu plot pembibitan tanaman bukan rumput (entah apa)

Pony yang entah punya siapa :)

Jika excursion diatas lokasinya relatif dekat dan hanya membutuhkan setengah hari excursion, foto berikut ini lokasinya di bagian utara the Netherlands. Nama daerahnya frissian northland. Ring a bell? Ya..! Frissian flag itu berawal dari sini. Daerah ini punya banyaaaaak sekali perternakan sapi. Ingat sapi cute berwarna hitam putih yang populer itu? Nama sapinya jenis juga frissian. Sapi itu memang paling banyak diminati karna produktivitas nya yang tinggi. Tapi jika dipelihara dengan kondisi terjaga. Dengan trend organic sekarang ini, untuk menghasilkan organic milk beberapa petani/peternak memilih jenis laen yang lebih robust yang sayang nya ga cute hitam putih, hanya coklat. 


Pumpkin sisa Holloween

Sapi Frissian yang hitam putih

Jauh-jauh ke daerah ini untuk menggali tanah

Uhug.. dosennya cute dan masih muda

Yang coklat itu jenis sapi lainnya, yang putih itu lupa nama hewannya :D

Nah untuk lokasi yang terakhir ini adalah pertanian yang menghasilkan keju organik. Tentu saja dia tidak hanya memproduksi keju, tapi mulai dari lahan rumput untuk para sapinya sampai ke pemasaran keju. Seperti yang saya bilang diatas, karena dia memproduksi organik, jadi tidak melulu soal kuantitas produksi susunya, jadi mereka menggunakan jenis sapi Jersey yang lebih robust dibanding sapi cute hitap putih Frissian. Karena mereka juga tidak menggunakan obat-obatan dan anibiotik untuk para sapi nya.
Clear sunny but freezing day
Babi gede nan gendut

Sapi Jersey yang tanduknya ngga dipotong seperti kebanyakan dilakukan petani lainnya

Cheeeseee...!

More cheeesee..!

Sapi, teman sekelas, dan keju

Sunday, June 29, 2014

My workstation

Beberapa teman yang sedang mengerjakan thesis bilang working space ini sebagai kantor. Bagaimana tidak, kita diharapkan bekerja 9am-5pm persis seperti ngantor, walau dalam kenyaataannya bisa beragam lamanya. Yang pasti fasilitasnya bisa dipakai dai 7am-10pm. Untuk yang udah mendekati due date nya tentunya mereka sering bekerja sampai malam. Tapi selama ini saya perhatikan para Dutch itu sangat efektif dan paling ngga mau kalau harus bekerja lembur. Jadi mereka salalu berusaha membereskan di dalam waku kerja. Bahkan saat kuliah, jarang yang mau lembur malam mengerjakan tugas. Semua berusaha diselesaikan di dalam jam kuliah. Dan biasanya jika ada assignment, pasti juga disediakan waktu dan ruangan untuk mengerjakannya.

Meja saya yang pertama (sementara), dengan view gedung utama.
Kembali pada cerita "kantor" saya. Selain memuliki meja dengan fasilitas lengkapnya, saya juga mendapat akses print gratis serta minuman kopi, teh di dapur dan bahkan ada ruangan khusus untuk istirahat. Saya langsung membandingkan dengan Indonesia, bagaimana mahasiswanya berjuang menyelesaikan skripsi/thesis mereka sendiri. Bahkan dengan mengeluakan biaya sendiri. Sejauh ini bedanya, ya ngga heran kalau jarang ada publikasi ilmiah dari Indonesia. Fasilitasnya jauuuh berbeda.

Meja yang kedua, karna yang pertama tak ada komputernya

View tepat dibelakang saya. Gedung ini penuh mahasiswa yang sedang berjuang :)


Monday, June 23, 2014

Lego exhibition and Zaanse Schans

Produktif sekali saya hari ini di blog. Saat seharusnya saya harus produktif di thesis. At least masih mendingan daripada tidak produktif sama sekali.

Beberapa karya dari Lego
Kembali pada tema kali ini. Minggu lalu saya mengunjungi sebuah lego exhibition di Amsterdam atas ajakan seorang teman. Teman ini seorang PhD student, yang control freak rajin sekali mengorganisir acara bersama teman-teman. Dia teman saya sewaktu tinggal di housing yang lama dan biasanya mengajak teman-teman yang juga dulu tinggal di koridor yang sama dengan kita dan teman-teman kantornya. Pada kesempatan kali itu tak ada teman sekoridor lainnya yang bergabung selain saya. Jadinya saya dikelilingi oleh teman-teman kantor dia yang artinya para PhD semua. Dan karena si Jerman teman saya itu tau berapa usia saya, dengan bahagia nya dia mengumumkan bahwa salah seorang teman nya yang seorang cowo muda ganteng tinggi  itu baru berumur 22 tahun. Yeaaah.. Greaaat..! Yang pergi cuma 5 orang akhirnya termasuk saya. 4 orang manusia muda yang sedang PhD dan saya. Tua. Master.

Salah satu favorite saya. Impressive!

Banyak anak kecil tapi yang seorang ini lucu bangeeed

2 orang PhD students muda
Anyway.. It was fun.. For them..
Well yeah.. Lego keren deh.. Dari small bricks itu dia bisa bikin yang keren gitu. Tapi yaaah.. karena saya lebih mencintai alam yang nampak sangat mempesona, setelah exhibition saya melanjutkan perjalanan sendiri ke daerah yang terkenal dengan kincir angin nya disini. Oya disepanjang pameran itu kita ditemani oleh rekaman suara si artis yang menerangkan tentang masing-masing karya nya. Si artisnya (lupa namanya) dulu merupakan seorang lawyer di NewYork yang setiap maam berkutat dengan lego nya dan akhirnya memilih melepaskan karirnya sebagai lawyer menjadi artis lego. Dia sering banged mengulang-ulang kisah dia sebagai lawyer yang memutuskan meinggalkan kerjaan demi "mainan". Bayangkan dwonk bagaimana kerennya mengajukan pengunduran diri sebagai pengacara untuk bermain-main dengan lego. Dan sepertinya si artis bangga sekali dan mengajak untuk mengejar mimpi, walau dia juga ngasih warning untuk realistis. Sekurangnya kalo berniat melepas kerjaan demi mengejar mimpi jadi gitaris di rockband, make sure dulu you bisa maen gitar atau ngambil les gitar dulu. Langsung tertampar dengarnya. Saya yang bermimpi jadi penulis tapi ngga pernah belajar bagaimana menulis yang baik. *sigh*

Well.. well..
Setelah exhibition itu, saya memisahkan diri dari para PhD itu. Bukan apa-apa, saya tak kuat mental lama-lama menjadi orang bego sendiri. Karena saya masih berniat melanjutkan perjalanan ke Zanse Schaan, sementara mereka hanya berniat untuk makan siang dan ngobrol. Jadilah saya melanjutkan perjalanan sendiri dengan berbekal apps public trasport biar ngga nyasar. Walau sempat ketinggalan bus gara-gara salah ngerti petunjuk di app, akhirnya saya sampai juga di tempat yang ternyata tujuan utama turis kalo ke Belanda ini. Bahkan saya juga melihat bus hop-on hop-off disini.

Dan pemandangannya cantiiiik....  Terang dan sangat kontras dengan pameran "pintar" lego sebelum nya.
Green field, Blue Sky

Blue sky and Windmills 
Pemandangan awal di kompleks ini jika datang dari train station terdekat

Ingin "menangkap" rumah-rumah cantik diseberang sungai..
Tapi apalah daya yang tertangkap kamera tak seindah aslinya

Saya hanya menghabiskan waktu berjalan-jalan di kawasan ini tanpa berniat memasuki satupun museum nya. Mereka punya beberapa museum kecil termasuk masuk ke salah saru windmill nya. Tapi karena saya merasa sudah cukup pinter setelah melihat art exhibition sebelumnya, jadi saya memilih tidak memasuki satu museum pun.

Oya tempat ini penuuuuh turis dan tentu sahaja ada cafe dan toko souuuuvenirnya. Dan tentu saja rame turis Asia. Sewaktu saya mengantri untuk masuk ke toilet, si ibu penjaga nya dengan ramah nya meletakkan tanggannya di bahu saya sambil bilang
"I am sorry lady, but I have to tell you not to use your water bottle inside"
"My water bottle? What do you mean?" Padahal sambil mulut saya mengajukan pertanyaan itu saya langsung menyadari maksudnyaaaa.. Apalagi kalo bukan soal cebok kebiasaan ga bisa cuma pake toilet paper.
"To clean your self.. I am sorry.. I have to tell this because some people make a big mess inside there"

Tuh kaaaan... Grrr... Kalo pun pada pake air botolan mbok ya jangan bikin basah kemana-mana dwooonk.. Akhirnya kan di cap seperti ini.. Lihat saya asia dan pakai kerudung langsung dituduh bakal bikin kekacauan di dalam toilet. Ngga enak banged cap nya.

Ah well.. another piece for today.

*jadi nulis blog aja kerjaannya hari ini nieeeh?!?

Tuesday, January 14, 2014

Bertemu Dan Brown

Jadi sekitar 2 bulan yang lalu saya dengan iseng mengikuti lomba dari perusahaan kereta api belanda untuk para pelanggannya dengan hadiah bertemu dengan Dan Brown dan ikut perjalanan dengan historical train di Belanda bersama Dan Brown. Lomba nya tidak aneh-aneh, hanya perlu menjawab pertanyaan kenapa anda merasa berhak untuk bertemu Dan Brown. Saya pun hanya mengisi 2 kalimat dengan bahasa english (padahal semua di email promosi dan form online lombanya dalam bahasa dutch). Dan dengan mengejutkan, saya menang!

Saya menerima pemberitahuan bahwa saya menang juga via email. Mereka meminta alamat rumah saya untuk kemudian akan mengirimkan tiket pp kereta api gratis untuk saya ke Amsterdam centraal station tempat acaranya berlangsung. Saya pun mengirimkan alamat dan tiket train nya mampir di kotak surat saya beberapa hari sebelum acara.
Email pemberitahuan menang nya pun dalam bahasa Belanda

Tiket beserta jadwal acara

Saya sempat hampir membatalkan acara meet and greet ini gara-gara saya lupa dan membuat appointment lain dengan instansi lain untuk urusan rent subsidy saya. Sayangnya, walaupun saya bisa mengubah appointment itu, tapi saya tak punya pilihan lain selain mengubahnya menjadi siang (instead of pagi di jadwal yang sama bertemu Dan Brown). Akibatnya saya tetap tidak akan bisa mengikuti program naik historical trainya hingga tujuan akhir karena cukup jauh.

Saya kemudian mengabarkan berita ini ke pihak kereta api yang mengatur acara. Ternyata mereka memberi solusi dengan menurunkan saya di salah satu stop sebelum tujuan akhir dan saya masih bisa mengejar appointment berikutnya. Dengan baiknya, mereka pun mencantumkan jadwal kereta ke tempat appointment saya.

Akhirnya saya bisa bercakap walau sekejap dengan Dan Brown :)

Venue acara; the royal waiting room. Saya melewatinya 3 kali tanpa sadar bahwa itu tempatnya

Dikasi goodie bag, novel inferno karya terbaru Dan Brown yang sayangnya dalam bahasa Belanda :(

Nampaknya yang bahagia cuma saya.. haha...

Yeah... Of course it was great meeting me.. :p

Monday, January 06, 2014

My travelling highlight in 2013

January 2013 : back from Maldives trip
Ternyata, 2013 ini sudah tak saya awali di negri tercintah endonesah. Saya menghabiskan tahun baru di Maldives, sebuah negara kecil di tengah samudra. Pantai nya dan dunia bawah lautnya breath taking. Tapi mungkin di negara kita tercinta juga bisa dijumpai hal yang sama. Barangkali dedanya disana, view yang sama bisa dinikmati di public beach and picnic island nya, sementara di Indonesia harus mencari pulau-pulau tertentu untuk mendapatkan pantai pasir putih tanpa cela seperti itu.
Sea Lovers
Male, the capital city
The underwater world
The food


January 2013 : a life changing journey to the north (destination The Netherlands)

Di akhir bulan Januari, saya memulai perjalanan baru yang benar-benar no turning point and changed my easy life to..... I don't know.. let see the result in a year from now. I hope it's for a better one. At least I achieved my dream to set my feet in Europe :)
A new dawn. My first in European continent
View from my window in my early accommodation


March 2013 : a trip to a neighbour country (Belgium)
Saya berhasil memposting tulisan tentang trip ini hanya untuk bagian awal, ketika sampai di Antwerpen. Padahal di trip ini saya juga mengunjungi Brussel, Brugge dan Gent dengan berbagai cerita menarik termasuk tersasar ke daerah seperti red light district di Amsterdam disuatu pagi.

The Famous Manneken Piss
Manneken Piss zoom out (not so impressive, eh..?)
Brussel Main Plaza at night
French fries that originally from Belgium
Brugge, the old city
Another corner of Brugge
Brugge warriors (not) 
Canal in Brugge

Gent
Gent
Gent

June 2013 : a 10 days excursion to South France
Ini sebenarnya tak bisa dibilang sebagai travelling karena merupakan bagian wajib dari sebuah course. Jadi sekelas kita pergi ke sebuah pertanian di Selatan Prancis dan tinggal disana selama 10 hari. Hari Minggu nya kita sempat main ke Saumur, kota kecil yang memiliki UNESCO site sebuah kastil dan kota yang menarik.
10 days in a tent

The L'Aunay Lubin Farm

The Cattle

The weeds

Visiting another farm

A nearby castle 

UNESCO heritage castle in Saumur

Medieval game

The City view from the castle

The castle miniature 

The City

July 2013 : summer holiday in Spain
Di Spanyol ini saya mengunjungi kota Madrid, Toledo, Alcala de heres (or something like that) yang dua kota terakhir merupakan day trip dari Madrid. Dilanjutkan ke Cordoba dan Granada. Kota yang saya sukai? Toledo, Cordoba dan Granada.. hehe... Diperjalanan kali inilah saya baru bisa membayangkan kota-kota di novel Eragon dan LOTR. Medieval city dengan dinding kota nya. Terutama saat saya mengunjungi Toledo.
Madrid, The City
Toledo in a background
Alcala de Henares

Cordoba
Granada

August 2013 : Eid al- Fitr in my home country
Pulang kampung dihari lebaran ini bisa dibilang rencana dadakan saya saja. Pada akhirnya saya menghabiskan satu bulan (not bad) dengan berbagai jadwal bertemu teman dan keluarga. No picture available :p

September 2013 : 2 days in Paris
Ini merupakan perjalanan yang cukup melelahkan dan penuh drama (lebay). Pada hari jumat malam, saya dan seorang teman berangkat ke Paris dengan bus. Perjalanan menjadi cukup lama karena rute bus nya agak berbelok-belok melewati beberapa kota di selatan Belanda dan beberapa persinggahan termasuk di Brussel. Kami sampai di Paris pada pukul 6 pagi. Untungnya kita udah browsing sedikit banyak tentang sistem transportasi di Paris, karena jam segitu belum ada seorang penjaga loket di stasiun tersebut dan akhirnya semua orang mengantri panjang di mesin tiket otomatis nya.

Dari sabtu pagi itu kami mengelilingi kota Paris hingga Minggu malam dan kembali pulang dengan bus yang sama. Satu kesalahan fatal kami adalah karena masih menganggap Paris sama seperti kota-kota Eropa lainnya yang dapat ditempung dengan berjalan kaki, padahal kotanya sangat besar dan kami banyak kehilangan waktu gara-gara berjalan.

Eiffel, Montmartre, Les Invalides, Monalisa

December 2013 :  warm winter in Berlin and Prague
Praha itu kota yang sangat cantiiik... Sementara berlin nampak sama seperti Paris. Mungkin seperti pada saat saya ke Paris, saya memiliki ekspektasi yang tinggi dan mungkin juga karena waktu perjalanan di Paris yang sangat singkat, jadi saya tak begitu menikmatinya. Berlin... Hmm.. entahlah.. saya tak langsung jatuh cinta pada kotanya seperti saya cinta Praha.
Berlin; The gate, Dome and Museum

Prague at night

Prague, the main road

Prague, the castle
Prague the city from above


Kutna Hora, a UNESCO heritage city one hour away from Prague


All year round : different cities in The Netherlands
Amsterdam
Utrecht
Maastricht
Den Haag
Volendam
Ede
North-Holland
Arnhem
Keukenhof

Ternyata list nya panjaaaang dan hampir setiap bulan. No wonder my significant one complained about it.