Showing posts with label celoteh. Show all posts
Showing posts with label celoteh. Show all posts

Saturday, April 27, 2013

What Am I Gonna Do?

Yang pasti saya harus memiliki kehidupan lebih baik dari saat ini. Jadi coret saja kemungkinan untuk menjadi IRT. Impian saya beberapa waktu yang lalu. Bukan karena saya tidak mungkin mencapai nya, tapi karena ketergantungan kepada orang lain yang membuat mewujudkan mimpi itu tak semata berada dalam kuasa saya. Jika ingin menjadi IRT saya membutuhkan orang lain yang 100% mensupport saya. Penuh. Dan ya alhamdulillah sampai saat ini saya belum menemukan seseorang yang mau melakukannya.. hehe...

Pilihan berikutnya adalah menjadi profesional, menjadi pengusaha, atau menjadi researcher. Sekarang saya akan memasukkan opsi mencari kesempatan untuk bisa menjadi research assistant dan sejenisnya. Saya lebih tertarik untuk bergabung dengan project2 yang ada disini untuk kemudian memiliki kesempatan untuk meneruskannya saat saya selesai dengan masa study disini.

Selama saya tak kembali ke negri sendiri, tak akan ada masalah sepertinya. Tapi kemudian ada sedikit masalah lainnya. Masalah pribadi. Saya memikirkan itu sebelum nya tapi ketika rencana awal saya tidak di support... apalagi pilihan saya?

Mimpi lainnya adalah saya menetap di suatu wilayah polosok Indonesia yang cantik. Dan saya akan mengabdikan hidup untuk kemashalatan orang banyak. Mengabdikan diri untuk negri. Sekurangnya saya bisa menjadi guru SD. Cita-cita yang mulia bukan? Tapi apa saya mampu melakukannya? Apa saya akan betah disana?

Masih ada impian lama saya untuk menjadi seorang penulis best seller. Saya hanya mau jadi penulis jika tulisan saya memberi manfaat dan menjadi best seller. Segampang itukah? Tentu tidak! Apa yang akan saya tulis pun masih tak terbayang di kepala saya.

At the end, perjalanan hidup ini menurut saya hanya untuk sebuah pembelajaran. Tapi belajar untuk masa mana lagi? Saya tak akan pernah bisa mencapai tujuan hidup saya jika saya sendiri tidak men-set tujuan itu. Saya pikir sudah saatnya saya berhenti membuat dan mengejar mimpi-mimpi jangka pendek. Tapi jika mimpi jangka panjang saya adalah kebebasan financial and a happy family.. sepertinya terlalu jauh perjalanannya tanpa saya memiliki bayangan untuk jangka menengah dan jangka pendek nya.

Kenapa saya tak bisa seperti orang lain saja? ah.. tapi apa yang saya tahu tentang orang lain. Belum tentu mereka juga puas dengan hidup nya masing-masing. Barangkali mereka iri dengan hidup saya. Jadi untuk saat ini saya mensyukuri dan menikmati perjalanan hidup ini.

Bismillahhirrahmannirrahiiim...

Seperti biasa saya selalu berdoa semoga jalan kehidupan saya kedepan selalu dimudahkan oleh Allah
Amiiin....

Sunday, February 24, 2013

LDR

Sebelum nya sudah pernahkah saya menuliskan tentang Long Distance Realtionship ini? Karena sepertinya saya selalu bermasalah dengan ini. Derita tidak bisa menemukan hi quality jomblo di kota tempat tinggal. Hehe...

Yang utama harus dimiliki dalam LDR itu adalah kesabaran, yang kedua sabar, dan yang ketiga sabar. Komunikasi bukan masalah besar di jaman teknologi sekarang ini. Mulai dari whatsapp sampai skype. Yang punya BB pasti dengan BBM nya dunk.. Tapi saya dan dia bukan pengguna BB, dan dia tidak mau menggunakan whatsapp for personal reasons. Jadi pilihan yang tertinggal adalah sms dan skype. Bisa juga dengan program mobile messengers lainnya, tapi so far itu hanya membuahkan frustasi di pihak saya karna programnya menyedot batre dan dalam beberapa jam HP saya koit. Sms..? Itu juga menyebalkan karna menyedot pulsa.. hehe.. Skype so far merupakan pilihan yang sangat membantu. Masalahnya adalah perbedaan waktu setengah hari iniiiih... Jadi waktu yang memungkinkan untuk bisa ber-skype ria adalah tengah malam saya dan pagi dia atau sebalik nya. Jadwal diluar itu akan membuat salah seorang bete. Karna yang lain pasti sedang sibuk melakukan aktifitas nya.

Masalah lainnya adalah tendensi saya untuk gampang menyerah. Saya tak kuat sakit, langsung menyerah pada analgesic untuk mematikan rasa sakit. And sometimes missing him hurts me more than having my period pain in the worst day. The different is this time analgesic won't help at all. Jadi nyaaah seperti biasa yang bisa saya lakukan adalah menulis disini. Terapi biar tak gila dan melakukan hal yang akan saya sesali di kemudian hari.

Sunday, October 21, 2012

New Life

Semboyan saya di awal tahun ini... 

Dan sekarang.. Saat akhir tahun di depan mata, seperti nya tak ada yang berubah di hidup saya. Masih seperti dahulu. Masih sendiri, masih hidup menumpang, masih kerja kacung, masih tak memaafkan masa lalu, masih sering emosi tak terkontrol, masih tak bisa membaca situasi dan menempatkan diri, dan masih tak punya long term plan.

Salah seorang teman saya mengatakan mungkin karena saya telah bisa mencapai semua short term plans sehingga sekarang saya langsung labil tak punya tujuan. Yah.. Akhirnya selalu balik ke keyakinan, everything happens for a reason dan suatu saat saya akan bisa menghubungi semua dots itu and make everthing reasonable.

Tuesday, September 18, 2012

Akhirnya ke gym

Sebenarnya saya sudah berniat untuk jadi member sebuah gym dari awal menjejakkan kaki kembali di kota ini. Apalah daya selalu saja ada alasan untuk menundanya. Dan akhirnya baru hari minggu kemaren, ketika kebosanan memuncak dan kegiatan kantor sibuk-sibuk nya (ini ga nyambung) saya pun mendaftar tanpa semangat. Pada awal nya saya berniat ke tempat fitnes + senam, + kolam renang (tak layak dibilang gym) khusus perempuan. Namanya Muslimah Centre. Tempat ini dekat dengan salon langganan saya (yang lama) Muslimah Beauty Care (tuh kurang muslimah apa coba saya :D). Tapi ternyata di tempat ini alat fitness nya sangat memprihatinkan. Saya tau kolam renang nya seuprit kaya kolam ikan, saya dulu pernah kesini, tapi tak perhatian dengan alat-alat fitness nya. Tempat ini rame jika ada kelas aerobic. Rame nya dengan ibu-ibu. Hari minggu sangat sepi karena mereka tak punya kelas erobik. Biasanya kalau ada kelas, kolam renang nya pun penuh karena anak-anak (dari ibu2 yang ikut senam) akan bermain disana.

Saya pun memasuki tempat ini dan mulai bertanya pada seorang perempuan dan dicuekin ehm... mungkin lebih tepat bilangnya dilayani dengan tidak selayak nya. Oya, tempat ini juga punya salon tapi sepertinya lebih banyak ke make up and hair do, saya tak pernah ke salon nya jadi saya juga tak tahu pasti. Nah singkat cerita, saya tak juga dilayani, dan melihat alat fitnes nya yang mengenaskan itu, saya pun akhirnya kabur.

Ada gym yang sedang happening di kota ini. Besar, baru dan terlihat nyaman. Saya malas ke gym ini karena :

  1. Sedang happening (saya bukan orag yang mengikuti mainstream jadi maleeees bangedd ikut-ikutan)
  2. Tidak khusus perempuan sahaja (tau kan selera saya yang serba muslimah.. hehe)
  3. Lokasi nya nanggung untuk ditempuh dari kantor atau rumah.
Tapi apalah daya, saya tak punya pilihan lain. Lagipula kolam renang tempat ini besar dan tempat nya nyaman, jadi  tak apalah. Maka akhirnya saya pun resmi menjadi member Gym ini.

Tadi kali kedua saya menyempatkan diri ke Gym ini. Lebih karena tak mau rugi karna sudah membayar full untuk sebulan. Jadi saya bisa pake unlimited time untuk fitness, free ikut semua kelas yang mereka adakan, dan dapat discount 50% untuk ke kolam renang nya (huh.. kenapa ga free juga?), semua dengan biaya 200rb something tapiiiii ada biaya pendaftaran pula 100rb. Yah lumayan lah dibanding sama gym di Melbourne yang sampe 220Aud (tapi lupa untuk berapa lama).

Oya, niat saya menulis kali ini sebenarnya untuk menceritakan kejadian di Gym sore tadi (seperti biasa pendahuluan nya panjaaaaaang). Saya yang sedang asik-asik nya berjalan di treadmill, disamperin seorang ibu-ibu setengah baya (halah bahasanya...) yang berteriak (musiknya kenceng bangeeeed jadi semua yang ngomong harus berteriak itupun masih susah didengar) memberitahu bahwa kelas jazz-robik.. rrr... jazz-dance? bukan... jazzercise! Benar sodarah-sodarah... Jazz+exercise dan terciptalah istilah baru: jazzercise..! Si ibu (jangan ibu deh ya... mbak aja) Nah si mbak (errr.. karna kita di Sumatra, dan mbak = jawa dan jaman saya kecil dulu mbak = pembokat, baik nya kita panggil dia kakak saja yah!) Nah si Kakak ini (saya tak tahu namanya) penampilannya sekseh bo... Hanya bermodalkan short-pant dan tank-top. Tentunya dengan dada yang berisai, tapiiii... ada gelambir dan lipit-lipit mengganggu pemandangan dunk di bawah dada nya (ih koq saya bahas fisik orang ya?). 

Maksudnya... belio (halah) ini kan instruktur senam, kalo badannya seperti itu.. masa iya orang percaya ikut senam dia demi melangsingkan badan?? Dan ternyata memang benaaar... yang ikut senam itu tak ada seorang pun yang patut melangsingkan badan. Badan nya jauuuuuuuh lebih bagus dari sang instruktur. Tak perlu saya bilang kalau badan saya yang paling bagus kaaan? (karna kenyataannya memang bukan begitu.. hehe..). 

Dan yaaa.. yang bikin saya niat menulis disini sebenarnya adalah karena sang instruktur ini. Jadi selama mengikuti instruksi dia, saya sibuk senyum-senyum sendiri membayangkan hal yang akan saya tulis di blog ini (yang satu pun belum juga tersampaikan). Jadi si Kakak ini sebelum memulai telah menerangkan apa itu Jazzercise, hihi.. yang tak ada hubungannya sama sekali dengan musik Jazz sodarah-sodarah! Saya tentu saja tak menyimak penjelasan dia, jadi ya... saya juga tak tau apa yang dia maksud dengan Jazzercise. Menurut saya sendiri, tak beda dengan aerobic, cuma dia banyak memasukkan gerakan BL (tau dunk ah apa itu BL?) dan step2 dance. Jadi kadang ada masa nya dia mengajarkan step kaki sederhana yang dibikin ribet. Ngerti kan? Kaya... yang pertama step 1-2-3-4 nya pelan. Tiap hitungan dua ketukan, setelah itu dipercepat. Jadi untuk mengikuti step sederhana itu saja sudah menghabiskan beberapa lama. Dan saya sibuk cengar-cengir, karena step dance kaki begitu sahaja apa bedanya dengan lari di treadmill? Jauh lebih bermanfaat di treadmill kali...

Nah untuk gerakan BL, (Body Language yang saya maksuuuud, beberapa waktu lalu senam BL ini kan sempat happening juga), gerakan yang berpusat pada perut dan pant*t itu lhooo..., walo bergelambir, si Kakak okeh dunk joget-joget nya. Kalo kata abegeh peserta senam laen nya (deuuu saya sekelasnya sama abegeh booo) badannya lentur (emang plastik?). Saya juga sempat nyengir sendiri saat si Kakak mempraktekkan gerakan yang seperti nya sering dipake oleh para penyanyi dangdut kampung atau artis sekelas trio macan. Apa istilah nya? Dangdut koplo yaa..?. Pokok nya ngga bangeeeed deh... 

Berhubung senam itu ngga seru kalo berpakaian training lengkap, dan sepertinya tak ada seorang lekong pun yang berminat ikutan kelas ini, plus, ruangan seman nya tertutup dan sepintu dengan ruangan menuju loker + shower cewe, sepertinya tak ada makhluk cowo yang berani melongokkan kepalanya kesini. Setelah memastikan ke si Kakak bahwa keadaan akan aman sentousa, saya pun melepas atribut yang bikin ribet dan menyaingi penampilan sang Kakak. Waktu itulah saya menyadari bahwa celana panjang saya basah karna keringat dan nyeplak abis. Dan jaket training yang saya pakai sebelum nya sama sekali tidak menutupi bagian itu lho... Jadiii selama di treadmill tadi...???

Beberapa tahun sebelum ini saya sempat juga rutin ikut kelas aerobic bersama ibu-ibu kantor. Tapi selalu di kelas yang khusus perempuan (kayanya cowo ga minat kali yeee...). Daaaan pakaian senam kita yang sekseh2 gitu dunk.. Kalo celananya ya yang ngepress banged, atasan nya juga. Yah kaya baju senam deh. Nah... jadinya saya sama sekali tak punya koleksi celana training yang longgar. Punya nya ala senam semua.. dan itu yang saya pakai tadi... Dan di tempat fitness itu treadmill nya menghadap dinding kaca yang menampilkan suasana jalan dan pertokoan di depan, dan dibeberapa tempat, tepat di depan treadmill nya ditempeli televisi. Posisi ini mengakibatkan bagian belakang (tubuh) menghadap ke tengah ruangan dunk... Alat2 fitness lain dibelakang nya juga di set ke arah dinding. Jadi pemakai nya bakal menghadap dinding dan membelakangi pengguna treadmill. TAPIIIII dindingnya fullllll dilapisi cermin! DOH! -.-'

Oya, sedikit catatan, terakhir sewaktu saya rajin mengikuti kelas aerobic, berat badan saya bukannya turun, malah sukses mencapai rekor tertinggi HAMPIR 60kg, semantara berat saya biasanya stabil diangka 50-52 kg. Berat yang sama semenjak saya lulus SMA (hebat ya saya! huehe..). Semoga kali ini tidak mengulang lagi kejadian serupa. Saya memutuskan ke-gym bukan dalam upaya menjaga berat badan (kalo mau nurunin berat badan mah solusinya gampang... tinggal MENGURANGI MAKAN) tapi karena badan saya sudah lembeeek dan (shocking fact) ada gelambir menggelayut di lengan atas sayaaaaah kaya udah nenek-nenek ajaaah.... T__T. Alasan lain tentu saja untuk mengisi kebosanan di hari akhir minggu.. hehe...

Sunday, September 16, 2012

Jangan hubungi saya lewat mimpi...

Hihihi...
Beberapa malam yang lalu saya memimpikan seseorang dari masa lalu. Dan serta merta hal itu melemparkan saya kembali ke masa satu tahun yang lalu (kaya udah lama ajaaah haha...). Setalah itu.. tentu saja saya chat dengan manusia-manusia dari masa yang sama dan stalking facebook nya dia untuk mengetahui perkembangan hidupnya. Sayang facebook nya ga update. Upaya bertanya pada mbah gugel juga ga mempan karena namanya yang umum, si mbah malah menceritaan semua orang dengan nama yang sama tapi tak satupun dirinya.

Setelah kemunculan dia di mimpi, yang terjadi di alam nyata malah si ex yang menyapa saya di ym, dan si manusia yang membuat saya menunggu satu jam menghubungi via whatsapp... puhlease... Walaupun dia tak tahu nomor telepon saya, tapi kita kan friend di facebook.. mbok ya hubungi via fb aja dunk.. jangan via mimpi... saya kan susah mengerti message nya apalagi kalo mau reply... hehe...

Monday, September 10, 2012

Musik dan Menulis

Satu hal lagi yang membuat mood menulis saya muncul adalah mendengarkan musik. Terutama musik-musik yang membawa kenangan tertentu. Saya bukan penggila, pemerhati, atau penikmat sejati musik. Playlist saya berisi lagu yang sama, dan cara saya terpapar dengan lagu baru diantaranya dengan mendengar (tak sengaja) di televisi, radio, mengintip yg di share teman2 di social media, atau mendengar playlist adek saya. Biasanya ada beberapa musik yang stuck in my head.

Sewaktu status saya masih student kemaren, saya biasa mengurung diri di lab komputer kampus untuk mengerjakan essay2 sambil mendengarkan musik online. Saya tak pernah memilih lagu tertentu atau artis tertentu, hanya mendengarkan deretan lagu top 40 or top 100 mereka. Skipping lagu2 berisik yang pake teriak2, dan langsung mendownload lagu yang catchy. Herannya lagu yg menurut saya "catchy" ternyata kebanyakan lagu2 abegeh.. Haha... Saya pun menyadari saya lebih menikmati musik easy listening yang menenangkan, atau sekalian yang bisa menyalurkan emosi saat stress (atau kalau bahasa abegeh skarang: galau).

Saya juga bukan tipikal orang yang hidup nya harus diiringi selalu oleh musik. Saya tak menyelipkan earphone disetiap kegiatan, saya tak selalu update masalah musik dan saya tak berkeberatan melalui hari tanpa musik.

Sama hal nya ketika membaca buku, saya juga terlalu terbawa perasaan saat mendengarkan musik. Musik mampu dengan cepat mengubah mood saya. Yang sangat saya tak sukai adalah saat musik itu membuat saya sedih karena membawa saya kembali ke masa lalu. Dan kebanyakan musik dari masa lalu lebih tebal nuansa menyedihkannya dibanding gembira. Atau mungkin dengan kata lain, kebanyakan musik mengingatkan saya akan emosi negatif dari masa lalu.

Misal nya saja, lagu2 nya owl city mengingatkan saya akan perasaan frustasi akan bebapa essay dan usaha saya membaca puluhan jurnal dan membuat argumen masuk akal di malam yang dingi. Lagu nya Bruno Marsh atau Jhon Myer yah yang sempat populer dulu itu mengingatkan saya akan my cheater ex.

Sunday, September 09, 2012

Weekend

Aktifitas saya di hari minggu:

  • Bangun hingga lewat tengah malam dengan harapan agar bangun siang
  • Bangun siang dan menikmati sarapan kopi dan roti dengan tenang sambil menonton acara tak penting di televisi
  • Mulai bingung tak ada kerjaan, buka segala macam social media hingga bosan
  • Memainkan games di gadget hingga bosan
  • Memutuskan untuk keluar rumah, sering kali ke salon atau ke warung kopi dengan free wifi, atau ke swalayan untuk membeli kebutuhan rumah tangga, atau ke gramedia
  • Kembali ke rumah masih tak ada kerjaan, maka saya akan kembali membuka laptop browsing tak jelas, hingga akhirnya menulis di blog ini.
  • Kadang kala saya habiskan untuk membaca buku saja, atau menonton serial yang telah di download adik saya.
Tadi saya ke Gramedia untuk membeli beberapa buah buku. Belum saya baca, masih terkalahkan dengan aktifitas bermain games, browsing dan menulis di blog ini. Tiap kali saya melihat tumpukan buku di toko itu, hasrat untuk menulis dan menjadi penulis pasti menggebu-gebu. Tapi hingga saat ini semua rencana untuk menulis cerita jalan-jalan saya dari tahun 2010 lalu masih juga tidak terealisasi. Memang harusnya saya langsung menulis saat cerita itu semua terlukis dikepala.

Sunday, September 02, 2012

Google Has It

Hihihi...
Kebiasaan saya ya... Tiap kali ada cerita yang cukup lucu, saya sudah tertawa terlebih dahulu. -.-'

Begini cerita nya (bersiaplah untuk tulisan panjang melebar ke segala arah)

Berawal dari sebuah email yang baru saya baca, salah satu alamat email lama saya nyaris selalu berisi junks dan jarang saya baca. Tadi saya memeriksanya, menghapus email2 tak penting tanpa repot membaca melebihi "sender" dan "subject" nya. Dan mata saya terhenti pada sebuah email dengan nama sender yang jelas nama orang (bukan company, or no reply) dan subject yang menarik tapi tampak seperti iklan. Saya seakan mengenal nama orang nya tanpa yakin apakah itu benar nama teman saya atau bukan, karena menurut saya itu nama umum dan saya tidak terlalu ingat teman dimasa kehidupan saya yang manakah dia berada.

Pesannya menarik ternyata memang itu sejenis iklan (ajakan berpartisipasi pada suatu kegiatan amal) dan ditujukan pada segerombolan orang. Saya melihat nama-nama orang disana dan menyadari bahwa mereka adalah teman-teman masa kuliah S1 saya. Dan saya pun yakin bahwa si sender adalah salah seorang teman di masa yang sama. Sekelebat saya mengingat dia, dan yang menarik adalah title yang dia pajang di awal namanya. Saya pun langsung tertarik untuk mencari lebih lanjut tentang si sender, antara meyakinkan dia teman kuliah saya atau salah seorang dosen saya jaman dahulu kala. Haha...

Dan apalagi cara yang cepat dan meyakinkan untuk melakukan "background check" selain mengetikkan sederet huruf di screen nya mbah gugel. Dan thanks to the booming of social media, sekarang untuk mencari informasi orang sangat gampang dan lengkap, disediakan langsung orang yang bersangkutan lengkap dengan foto perjalanan hidup.

Begitulah.. kurang dari 5 menit saya sudah melihat halaman facebook nya membaca kicauan di beberapa account twitter nya, membaca tulisan di beberapa account blogs nya dan... tak ketinggalan thousands words from hundreds pictures.

Dan... at the end saya ingin mengakui bahwa kadang saya suka mengetikkan nama saya sendiri untuk melihat apa saja informasi yang disediakan si mbah tentang diri saya... haha...

Saturday, July 14, 2012

Over reacted (again?)

Ada beberapa topik yang jadinya sangat sensitif bagi saya. Jika topik itu diangkat oleh orang yang saya pikir saya kenal, dan ternyata dia tidak di sisi yang sama dengan saya dalam memandang permasalahan itu, dunia saya seakan terjungkir. Saya tidak sedang membicarakan SARA, tidak. Ini hanya norma umum yang di pegang semua orang. Dulu nya mungkin.

Sekarang seakan semua orang, terutama tapi tidak menutup kemungkinan hanya gender tertentu, merasa bangga apabila berada di sisi seberangnya.

Mungkin kembali saya terlalu sensitif, terlalu overthingking, plus cape berat tapi ga bisa tertidur, plus masih mikir kabar yang tak kunjung tiba, dan seterusnya dan seterusnya...

Kesimpulannya.... Ini mungkin hanya miss communication, my bad (again).
Kalo ga salah pembenaran2 seperti ini, yg blaming my self but other ini yang bikin gw stuck and ended up miserable. Hanya karna saya takut kehilangan?

Sunday, July 08, 2012

A Trip to Karimun Jawa and My Friend's Wedding

Itu semua terjadi di akhir bulan Juni lalu. Tapi saya tidak punya semangat untuk menuliskan nya. You know.. as always.. karena hanya berupa deskripsi hal yang saya jalani. Dan semua menyenangkan, menggembirakan. Jadi saya tal perlu meracau panjang lebar disini.. karena.. I was happy...
Haha...

Susah juga ya kalo punya mood untuk menulis hanya di saat low. Semua tulisan jadi berkesan kelam. Well... yaah.. itulah gunanya saya menulis, menyalurkan segala kegelapan. Satu lagi alasan saya bisa menulis panjang lebar.. untuk show off.. lol. Lebih tepat nya untuk menjatuhkan mental opponent (halah.. opponent..) saya.

Baiklah.. cukup untuk malam ini, next time saya akan melanjutkan tulisan tentang trip2 sebelum ini (janji dari 2010.. lol)

Wednesday, July 04, 2012

Whatever...

Dan terseguklah (bahasa apa iniiii...?) sesukamu. Bisanya cari perkara saja. Niatnya apa? Untungnya apa toh? Hal seperti ini yang terus membawamu. Kadang terlalu banyak pikiran negatif sendiri yang menjadi penghambat langkahmu.

Entahlah... kadang keputusan untuk melangkah atau diam, menangkap atau melepas, terlambat diambil hanya karna penasaran bahwa dengan sedikit tambahan waktu kau bisa mencapai tujuan dan mendapatkannya. Hanya untuk menyadari bahwa dari awal tak pernah ada tujuan dan tak akan bisa mendapatkan. Jika tak dicoba siapa mungkin akan penasaran hingga hari tua. Dijalani dan resikonya kehilangan kesempatan meraih tujuan lain yang bisa didapatkan.

Whatever.... Saatnya berbalik mundur sebelum terlambat.

Tuesday, June 19, 2012

Where is my happy love story?

Manaaa...? Kapaaaan?
Ada apa ya dengan diri saya? Kurang menyadari dan kurang bersyukur kah..?
Mengapa saya selalu tersadar selalu disaat ditinggalkan?
Saat bersama terkadang saya tidak menyadari dia ada

Sunday, June 10, 2012

Imaji

Sepertinya saya dari kecil kebanyakan baca novel. Jadi pikirannya teracuni plot novel. Dimana setiap kisah harus mengalami pahit getir kehidupan terlebih dahulu dengan segala ke-lebay-an nya (maaf saya tidak menemukan kosakata yang lebih baik :D ) sebelum kemudian dapat berbahagia. Dan tidak semua cerita pula yang berakhir bahagia. Sedihnya.

Ow ya.. Dramatis. Itu kata yang dari tadi berusaha saya keluarkan dari kepala. Segala sesuatu nya dramatis. Baik itu untuk kesulitan, kesenangan, ending, bahkan problem solving nya juga dramatis. Oh.. I love how everything has to be happens in front of audiences. At least in front of me as a reader.

Dramatis.. dramatis...
Sebagai penggila novel dari kecil, tak heran juga dunk kalau saya juga pemimpi sejati. Saya suka mengimajinasikan peristiwa yang akan terjadi di hidup saya dengan sangat dramatis. Bagaimana sewaktu SD saya sangat suka mengimajinasikan berbagai pencapaian sebagai anak SD. Dan saya tidak suka akan fakta bahwa saya tidak selamanya berada di SD. Kadang saya menghitung waktu yang tersisa (sebagai anak SD) untuk mewujudkan imaji yang saya ciptakan (tentu saja sangat dramatis dan tak mungkin terjadi di kehidupan nyata). Hal yang sama juga terjadi sewaktu saya SMP, tentu saja lebih kreatif dibanding imaji anak SD tapi dengan tetap dengan tema yang sama : "dramatis dan tidak akan mungkin terjadi di kehidupan nyata saya"

Kebiasaan ini hilang tak berbekas sewaktu saya menginjak SMA. Saya terlalu sibuk untuk berdamai dengan kehidupan nyata saya hingga tak ada waktu untuk menciptakan dunia kehidupan kedua. Dan sayang nya berlanjut hingga kuliah.

Setelah bekerja?
Entah karena kehidupan yang kembali membosankan atau karena saya kembali ke lingkungan lama, otak saya menciptakan dunia sendiri. Sebuah movie, dengan saya sebagai tokoh utama, dan banyak orang sebagai audiences.

Temanya?
Masih sama :) Dramatis.. Ya!
Dan tak mungkin terjadi dikehidupan saya??  hmmmmm....

Ternyata tak ada yang tidak mungkin. Saya mengalami nya. Semua derita semua kesusahan sang tokoh utama. Bedanya, tak seperti yang di imaji saya atau di novel2. Semua itu tidak "keren" semua itu tidak "seru" semua itu tidak "mengagumkan".

Tokoh utama yang menderita untuk mencapai tujuannya di alam nyata tak se-heroik di cerita. Di setiap cerita kita tahu bahwa sang tokoh utama akan selamat, akan mencapai tujuannya dan akan bahagia, sepahit apapun derita yang harus dia lalui terlebih dahulu.

Sementara di alam nyataa.. sang tokoh tak pernah tau dia harus terus berjuang ataulah pasrah. Harus merebut, bertahan, atau harus melepaskan. Dan kadang penat menyapa meninabobokan. Membisikkan rayuan untuk menyerah dan pasrah pada nasib. Menghentikan perjuangan dan berdamai dengan hati.

Dan tak ada audience untuk semua drama kehidupan itu. Yang lebih dramatis dari cerita di novel.


Tuesday, May 22, 2012

Bahasa

Sebagai orang Minang yang bangga dan faseh berbahasa Minang serta mengetahui beberapa dialek nya, saya sangat merasa terganggu saat sesama orang Minang disekitar saya yang biasanya berbahasa Minang dengan yang lain, tiba-tiba mengubah bahasanya jadi Indonesia Raya ketika bercakap dengan saya. Biasanya saya langsung menjawabnya dengan bahasa Minang, tapi mereka juga dengan istiqomahnya tetap berbahasa Indonesia Raya berlogat Minang kental. Kebanyakan orang-orang ini adalah teman-teman kantor saya yang setiap hari mendengar saya bercakap dengan bahasa Indonesia dengan teman dekat satu ruangan yang memang kurang fasih berbahasa Minang.

Saya kadang geli mendengar Indonesia berlogat Minang itu, saya lebih prefer Bahasa Minang asli untuk percakapan sehari-hari. Namun belakangan saya mulai menyadari, nampak nya perubahan bahasa percakapan mereka ke saya mungkin sama dengan alasan saya. Mereka geli mendengar bahasa Minang saya :(...

Saya baru menyadari bahwa saya seringkali mencampur kata-kata Indonesia ke bahasa Minang saya. Dan barangkali di telinga yang lain, bahasa Minang saya juga aneh. Huhu... Padahal saya kan asli dan faseeeeh...!!
Saya akui, saya lemah dalam penguasaan bahasa. Seringkali lupa padanan kata dalam bahasa Indonesia-Minang-English. Dan kebolak-balik.

Kadang satu kata dalam bahasa Indonesia lebih praktis untuk mengungkapkan hal yang sama dalam bahasa Minang, dan kadang sebalik nya. Dan seringkali saya menggunakan yang lebih praktis. Toh semua mengerti. Tapi ya akibat nya ternyata begini... :D

Tuesday, May 08, 2012

Nite.. Nite...

Then why do you still crying?
Selalu dengan alasan, "cuma sekali ini" atau "ini yang terakhir" untuk membebaskan diri dari kepura-puraan "I am fine" yang sok tegar dan berusaha untuk rasional.

Atau alasan untuk sekedar melepaskan emosi tanpa harus berpikir. Hanya mengikuti ingin nya hati tanpa mau menahan diri.

Sesaat yang lalu ada semangat untuk menanti hari berganti. Untuk segala rencana yang akan sangat menyenangkan. Dan sedetik kemudian tergugu karena menyadari akan ingin nya berbagi, dan yang ada hanya hampa.

Bersama, tak perlu rencana seru di tempat terindah.
Diam dan kata pun cukup.

Sunday, March 11, 2012

I want a miracle


I want a miracle

Apapun bentuk nya. Saya hanya ingin akhir seperti di cerita-cerita khayal, yang selama ini sering saya baca. Bukankan semua fiksi itu di satu titik juga berangkat dari kenyataan? Semua prasyarat nya telah saya penuhi. Keanehan yang sepertinya tidak mungkin ditemui di dunia nyata, ketidak normalan dan semua yang dikuar akal normal manusia lainnya. Keputusan yang bukan berdasar.... Huff.. Sudahlah, saya bahkan tidak cukup punya argument untuk meyakinkan diri sendiri bahwa saya membutuhkan keajaiban. Bagaimana dengan argument: saya belum pernah merasakan satupun? Bolehkan kali ini?

Saya hanya ingin akhir bahagia. Dan tak ada lagi drama.

Monday, January 09, 2012

Old same

Tak tahulah aku siapa yang ditipu. Otakku terlalu pintar menelaahnya. Barangkali perhitungan bodohnya yang benar. Mana pulalah aku tahu. Aku percaya ajalah apa katanya. Yang kuingat semua yang bagusnya saja sekarang. Mau dia berdusta padaku, itu urusannya dia dengan tuhan. Tak ada urusan ku. Aku jujur jujur saja. A ku pikir, A yang aku bilang, tak A plus tak pula A minus. Tapi kadang ya ku tambahi plus lah biar bagus sedikit. Atau ku kasi minus biar tak terlalu pongah dia. Tapi ya tetap A, tak kuubah jadi B atau C. Macam manalah yang harus kubuat sekarang. Tidur tak tenang hati tak tentram. Tal tahu aku mau berbuat apa. Kupikir aku masihlah cinta sama dia. Tapi ini benar cinta tak ya..? Kalau iya cinta trus ke yang di selatan jauh dan selatan sekat tu apa pula namanya? Yang sampai mau menangis-nangis pula aku kemaren ni. Kusangka itu yang cinta. Pusing pulalah aku dengan kata cinta ini. Tak ada lah rasanya yang sama kek yang dimbuku-buku cerita tu. Disana yakin kalilah orang kalau dia jatuh cinta. Tak macam awak ni. Mau tau cinta atu bukan aja susahnya setengah mampus pula. Tak ada kah yang gampang dikit? Macam mana ini Tuhan?

Thursday, November 24, 2011

Last exam

Bereeees... Harusnya gw pass semuaaa... Walaupun ngga rajin (maleeeees bgt) semester ini, tapi menurut perhitungan jumlah nilai2 gw harus nya pass semua... ( insyaallah..) Menyedihkan skali perkembangan study gw. Dari target H1 di awal2 menjadi hanya pass. Gosh... Tadi exam terakhir :) Ketemu si ganteng nan ramah baik hati dan rajin menyapa di sana, tak disangka tak dinyana. Dan yaa selalu asik ngobrol dengan nya. Dan otak gw langsung nge-judge dia sebagai player. *doh Tapi bener laaah... Cowo2 seperti itu kebanyakan emang player coz banyak skali cewe yang fall for him. Lha dia asik banget membuka percakapan, ramah, seru, dan yang paling penting KEREN!! Istrinya pasti ntar biasa aja orangnya. Tuhan kan maha adil, Ibas yang begitu aja istrinya cantik... *lho Kalo begitu ntar jodoh gw bakal keren, ramah, baik hati, sabar, rapi, pinter, sabar, sabar, sabar, rajin menabung dan sabar dwoooonk... Amiiiiin..... Allah emang maha adil :)

Wednesday, November 23, 2011

Doraemon

Aku ingin begini
Aku ingin begitu
Ingin ini itu banyak sekaliiiii....
*baling-baling bambu...!!

Monday, September 19, 2011

Terapi...

Rekor baru.. bulan lalu saya menulis paling banyak dalam sebulan di blog ini. Semua tulisan labil tak berguna. Tapi sebenarnya itu sangat berguna bagi jiwa saya... Semangat untuk menulis sangat tinggi saat-saat labil. Walau kadang suka labil tak jelas seperti saat ini. Beberapa teman saya sedang dalam masalah.. mereka mungkin tak pusing.. tapi mengapa saya yang ikut menjadi labil dan tidak fokus..? Ini tak boleh berlanjut lama seperti kemaren, banyak essay yang harus saya kerjakan. Ingin melupakan semua dan tidak peduli... Tidak peduli dan tidak peduli.. Terserah mau seperti apa.. toh hidup mereka, dan mereka yang menjalani... Mengapa saya ikutan pusing dan labil? Mereka pun tak meminta empati saya.

Menulis ini terapi untuk jiwa yang resah. Yang kadang pun tak mengerti apa yang dimau. Yang hanya tercekam rasa tanpa logika. Yang memberi warna emosi untuk dilukiskan.

Sudahlah... Sepertinya saya masih belum bisa menghandle masalah sepeti ini... Tapi masa cuma masalah seperti ini aja ngga bisa dihandle? Lemah kamu dek..!! *halah

Heran deh.. ini semua kan masalah oraaaaaang...!!! Kenapa gw saya ikutan beginiiiii....??? Biasanya kalau kondisi saya seperti ini, saya akan lari mengadu pada seseorang yang bisa mengembalikan logika dan akal sehat saya pada tempatnya. Ini semua hanya masalah tak penting, yang terlalu saya besarkan untuk di tulis disini.