Monday, August 09, 2010

Dendeng Basah Padang sbenernya...?

Terinspirasi dari temen gw yang minta resep dendeng basah yang fotonya gw pajang di facebook, dan usaha gw browsing resep dendeng basah dan nemu cara masak nya direbus pake santan dan gula merah... (whoexx...!!) jadilah gw berniat majang resep ASAL ala perantau disini

Yux...

  1. Pergi ke halal butcher buat beli daging... hihi... beli schnitzel beef (ini daging nya udah dipotong tipis gitu, beda toko gw temuin beda ketipisannya, lebih tiptis lebih bagus kalo mo bikin dendeng kering, tapi kalo pun rada tebel ntar waktu di getok bisa diatur sendiri tingkat ketipisannya.
  2. Ungkep daging + cincangan bawang merah n bawang putih (dsini gw pake bawang bombay) pake api kecil ampe keluar kaldu dan daging matang. Gw juga tambahin bumbu ayam goreng (nie bumbu serba guna, mo bikin apapun suka gw tambahin abis isi nya dah lengkap-kap-kap..hoho..)
  3. Ambil daging nya.. dan mulai digetok sampe tingkat ketipisan yang diinginkan. Kadang abis di ungkep daging nya kan suka mringkel2, nah kalo di "tokok" gini dagingnya bisa mulus lurus lagi
  4. Kalo mo bikin dendeng kering, daging nya tinggal digoreng (deep frying) pake api kecil ampe kering kerontang
  5. Kalo mo dendeng basah, goreng pake minyak dikit (pan frying) sebentar, cuma ampe berubah warna (gw ngga tau knapa harus digoreng dulu, cuma ngikutin cara nyokap masak dulu.. kalo lagi males kadang ngga gw goreng lagi, tapi emang wanginya beda)
  6. Bikin kuah nya, karna gw cuma nemu cabe merah kecil2 yang pedes dan mahal gitu dsini, jadilah gw pake cabe merah+paprika merah+tomat merah dichopper untuk kuah nya, kalo yang ngulek, jangan di ulek ampe halus. (banyak juga dendeng basah yang ngga pake kuah, tapi ini dendeng basah yang gw tau dari kecil dan gw mau bikin)
  7. tumis bentar campuran cabe sampe wangi, tambahin kaldu daging yang disisihkan tadi, dikaldu ini udah bawak bawangnya, makanya di cabe ngga gw tambahin bawang lagi. Kalo kurang, mending cabe nya dikasih bawang juga.
  8. Masukin daging yang udah digoreng masak dengan api kecil ampe mendidih dan bumbunya meresap ke daging
  9. Slamat makaaan....
Gw tau nya dendeng basah yang berkuah gini... kadang kuahnya lebih banyak dan ditambahin tahu goreng... hooo.. enak banget tahunya yang berkuah merah pedes gitu... Kadang ada juga orang yang nyebut dendeng basah tapi ngga berkuah, hanya dagingnya ngga kriuk kaya dendeng kering. Tapi gw suka dendeng basah yang iniii... dan dikeluarga juga taunya dendeng basah seperti ini...
Bukan resep yang bagus diatas itu... 
Ngga kaya resep2 rujukan.. harusnya sperti ini:

Bahan & bumbu:
  • 500gr schnitzel beef
  • 1bh onion yang besar
  • 2 siung bawang putih
  • 1 sdk bumbu ayam goreng... (hehe)
  • 1/2 buah paprika merah
  • 1/2 tomat merah
  • 5bh cabe merah
Cara memasak: lihat di atas.. hoho...

Saturday, August 07, 2010

Gombaaaaal...!!!

Gw membersihkan inbox dan menemukan tulisan-tulisan gombal tingkat tinggi... yang bikin gw eneg dan pengen muntah sekaligus pengen ngakak. Terutama mengetahui siapa penulisnya.

Dan penulisnya adalaaaaaaaaaaaaaaaah...: diriku!!!

HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH

A plastic bag of plastic bags

Setelah merasa bebas lepas dari satu tugas yang menghantui gw beberapa minggu belakangan ini, akhirnya bisa juga menikmati weekend dengan hati tenang. Dan dimulai lah pagi gw dengan melaundry pakaian ... dilanjutkan dengan membersihkan kamar mandi (menikmati wiken beginiii..?? lol). Lebih tepat nya menata ulang semua barang di kamar mandi. Flat gw ini hasil pindah kontrak turun menurun dari mahasiswa Indonesia. Dan karena di rent nya adalah flat kosong melompong, jadi kalo dibalikin harus dalam kondisi sama (kosong pula) yang artinya semua barang-barang hasil memulung selama 2 tahun itu harus di buang (yang biayanya mahal di transpor) ato di jual (yang pasti ngga akan laku semua) ato dikasih for free (yang ga semua orang pula mau) ato langkah cerdik yang paling sering dilakukan mahasiswa Indo dsini adalah menawari se-unit beserta barang yang sudah lengkap untuk di take-over. Win-win solution toh. Yang mo balik ngga pusing mikirin cara menyingkirkan barang-barang nya, dan yang baru datang juga bisa dapat barang-barang warisan dengan harga murah.

Hal itulah yang terjadi di flat gw ini... mungkin udah 7turunan flat ini berpindah dari mahasiswa indo ke generasi berikutnya. Yang mengakibatkan gw mendapatkan rumah dengan penuh barang dan ngga perlu bayar sama skali. Karena yang sebelum gw cuma perlu bayar $150 dari pendahulunya untuk semua barang. Pendahulu itu cuma bayar $300 dari yang sebelumnya. Jadi nilai barang nya udah jauh berkurang, dan juga biaya untuk mengeluarkannya bakal jauh lebih mahal dibanding harga jual nya. Jadilah disini gw sekarang. Di rumah yang penuh barang. Dan gw berniat merapikannya hari ini.

Untuk 2 orang mahasiswa single yang menempati, flat ini bisa dibilang kegedean. Tapi herannya gw hampir ngga punya tempat untuk beberapa barang padahal lemari dapurnya banyak. Disanalah tekad gw hari ini. Membuang benda-benda ngga penting yang memenuhi rumah. Ini udah usaha kita yang kedua, setelah pertama sukses menemukan bahan makanan dan bumbu yang udah expired. Tapi waktu itu usahanya kurang maksimal karena masih sharing rumah dengan penghuni lama. Sekarang gw merasa lebih merdeka membersihkannya.

Dan hasil nya adalah... tersingkirnya kardus-kardus penghuni lemari bawah dapur dan lemari dinding. Ini langsung memberi 2 ruang gede di lemari untuk barang-barang lain. Berkurang nya jumlah koleksi gelas. Daaan... yang paling spektakuler, gw menemukan satu tas belanja plastik bag. Bener... kantong plastik.. satu tas.. Gw ngga ngerti buat apa mereka ngumpulin ini. Mungkin mikir buat tempat sampah? Tapi kenapa ngga pernah digunakan. Dan beberapa kantong plastiknya terlipat rapi.

Sekurangnya rumah tua ini sekarang lebih terlihat lapang. Dan ngga terasa ternyata gw seharian habis cuma buat nyuci dan bersihin rumah. Mulai jam 10, baru sempat sarapan j12 dan baru sempat ngeringin pakaian j3.

Friday, August 06, 2010

What For....?

Alkisah disuatu hari yang cerah di sudut suatu kota kecil yang terpisah... segerombolan orang yang bersemangat tinggi untuk mengamati hal yang baru saja mereka terima di kuliah hari pertamanya melangkah mantap menyusuri lapangan yang ditumbuhi tanaman yang masih di stage awalnya, masih kecil-kecil. Sebatang penggaris 1m, ember berisi air, gunting tanaman dan kantong palastik hitam adalah perlengkapan yang mereka bawa.

Mereka dari berbagai sudut negri dengan berbagai warna kulit, berbagai logat bahasa, berbagai tinggi dan berbagai warna rambut, kecuali satu orang yang tak berambut, hanya warna hijau dari scarf yang menutup kepalanya. Si kepala hijau mengikuti semua petunjuk tanpa semangat. Udara dingin dan ladang canola ini sangat luas. Ini pertama kali nya si kepala hijau melihat tanaman yang bernama canola secara langsung. Selama ini dia hanya mengetahui canola dengan 3 cara;
1. Lewat penggambaran dosen nya di plant breeding yang selalu memberi contoh tentang canola dan disease resistant nya.
2. Lewat minyak goreng yang di belinya di coles atau safeway, tentunya yang homebrand ato coles yang harganya lebih murah
3. Lewat gambar di wikipedia saat dia berusaha mengenali sang canola yang kebanyakan menambilkan foto tanaman berbunga kuning, bukan kecil baru tumbuh seperti yang dia liat saat ini.

Sekarang si kepala hijau melihat tanaman yang bernama canola secara langsung. Dan dia sama sekali tidak tertarik untuk mengamati, hanya mengikuti petunjuk praktikum kali ini;

  • Lempar penggaris untuk memilih lokasi secara random
  • Cabuti semua canola di line sebelah penggaris
  • Hitung dan bersihkan tanah dari akarnya
  • Potong akarnya
  • Bersihkan sisa tanah yang ada dengan air di dalam ember
  • Masukkan dalam plastik
Sekarang mereka melangkah ke ladang  berikut nya, dengan prosedur yang sama. Kali ini si kepala hijau menemukan tanaman yang tidak aneh lagi baginya. Cuma dia tidak pernah tau bahwa ada orang yang menanam tanaman ini di ladang. Dan muncullah pertanyaan-pertanyaan aneh di kepala nya...

" What is this..? " saat satu tanaman tercabut di tangannya
" Weed "
" But looks, there's something in the root "
" That's the seed "

dan makin bingung lah si kepala hijau. Satu pertanyaan besar itu pun muncul...

" They are growing weed? "
" Of course.."
" What for..??
" For the grains... " (tampang ga ngerti dengan semua pertanyaan ga penting)
.......
.......
.......

WHEAT..!! Stupido... NOT WEED!

Tapi sumpe.. itu tumbuhan beneran kaya rumput aja...
Jangan salahkan gw yang cuma tau tepung terigu aja tanpa pernah tau tanamannya ternyata kaya rumput... haahaa...

Sunday, August 01, 2010

The Cure

Menulis.. Disini...
Terapi bagi jiwa yang rapuh...
Yang labil dan hancur hanya karna tersentuh kata yang kasar

Saat angin dan hujan bergelora diluar sana, memberi suara yang menakutkan jiwa, dia bergeming hanya menikmati. Tapi saat rentetan kata muncul dikaca mengoyak rasa, tak tertahan kan. Butuh tempat untuk mengadu dan mengiba. Disini lah pojok kecil di sudut ruang. Tersepi tersendiri tak ada yang menikmati. Mungkin hanya beberapa pesinggah yang hobi melongok ke dasar jiwa, untuk berkaca atau sekedar membaca.

Disini tersepi di pojok jiwa.
Diam meresapi bertahan tak meratapi.
Meyoretkan barisan kata berharap tersembuhkan
Disini di tepi jiwa
Sepi berbicara tuk memahami
dan bunyi angin dan hujan yang masih bergemuruh menemani

Friday, July 30, 2010

Tahukah kamu?

"Do you know how much I love you?"

Satu pertanyaan yang mungkin sering terlontar saat seseorang merasa dirinya kurang dihargai oleh orang yang dia cintai. Pernakan terpikir oleh sang penanya bahwa orang yang dia tanya sebenarnya tahu seberapa besar cinta si penanya. Karena dia tahu itulah maka dia berbuat hal-hal yang kadang di luar toleransi orang yang tidak mencintai dia sebesar sang penanya. Karena yang ditanya tau, si penanya akan selalu bisa memaafkan dia sebesar apapun ke-kurang-penghargaan-nya terhadap si penanya.

Bahasa yang aneh...

Kesimpulannya adalah... jangan mencintai orang lain terlalu besar kalau ingin dihargai...

==> kesimpulan yang aneh...


Wednesday, July 28, 2010

Saat Rapuh Sendiri

Nyata dan Harap

Harusnya tak pernah ku lontarkan pertanyaan itu
pertanyaan yang menghentikan segala harap
dan mengganti nya dengan nyata

pertanyaan yang membunuh segala mimpi
dan aku terhenyak dalam kepastian yang kuminta

tak ingin hidup dalam harap yang semu
dan kini kubermimpi agar masih ada harap
agar belum ada nyata yang pasti hingga ku masih bisa berusaha
masih bisa tertawa dalam harap menjalani mimpi



Berhentilah Bermimpi

Tanpa kusadari tiap kali melangkah pergi, mimpi itu membuntuti. Dan saat aku lengah dia menjelma seakan nyata, hingga ku tak menyadari manakah yang benar nyata atau hanya ilusi semata. Dan tiap kali terjaga, deritanya tak tertahan kan. Melihat mimpi indah itu hancur didepan mata. Menyadari bahwa itu hanya ilusi semata. Menyadari sakit nya dari ujung jari hingga ke kepala.

Tolong jaga aku untuk tetap dalam nyata
Tolong usir mimpi itu biar tak selalu membuntuti
Tolong aku untuk bisa merasa bahagia sekali lagi di alam nyata
bukan mimpi