Monday, January 06, 2014

My travelling highlight in 2013

January 2013 : back from Maldives trip
Ternyata, 2013 ini sudah tak saya awali di negri tercintah endonesah. Saya menghabiskan tahun baru di Maldives, sebuah negara kecil di tengah samudra. Pantai nya dan dunia bawah lautnya breath taking. Tapi mungkin di negara kita tercinta juga bisa dijumpai hal yang sama. Barangkali dedanya disana, view yang sama bisa dinikmati di public beach and picnic island nya, sementara di Indonesia harus mencari pulau-pulau tertentu untuk mendapatkan pantai pasir putih tanpa cela seperti itu.
Sea Lovers
Male, the capital city
The underwater world
The food


January 2013 : a life changing journey to the north (destination The Netherlands)

Di akhir bulan Januari, saya memulai perjalanan baru yang benar-benar no turning point and changed my easy life to..... I don't know.. let see the result in a year from now. I hope it's for a better one. At least I achieved my dream to set my feet in Europe :)
A new dawn. My first in European continent
View from my window in my early accommodation


March 2013 : a trip to a neighbour country (Belgium)
Saya berhasil memposting tulisan tentang trip ini hanya untuk bagian awal, ketika sampai di Antwerpen. Padahal di trip ini saya juga mengunjungi Brussel, Brugge dan Gent dengan berbagai cerita menarik termasuk tersasar ke daerah seperti red light district di Amsterdam disuatu pagi.

The Famous Manneken Piss
Manneken Piss zoom out (not so impressive, eh..?)
Brussel Main Plaza at night
French fries that originally from Belgium
Brugge, the old city
Another corner of Brugge
Brugge warriors (not) 
Canal in Brugge

Gent
Gent
Gent

June 2013 : a 10 days excursion to South France
Ini sebenarnya tak bisa dibilang sebagai travelling karena merupakan bagian wajib dari sebuah course. Jadi sekelas kita pergi ke sebuah pertanian di Selatan Prancis dan tinggal disana selama 10 hari. Hari Minggu nya kita sempat main ke Saumur, kota kecil yang memiliki UNESCO site sebuah kastil dan kota yang menarik.
10 days in a tent

The L'Aunay Lubin Farm

The Cattle

The weeds

Visiting another farm

A nearby castle 

UNESCO heritage castle in Saumur

Medieval game

The City view from the castle

The castle miniature 

The City

July 2013 : summer holiday in Spain
Di Spanyol ini saya mengunjungi kota Madrid, Toledo, Alcala de heres (or something like that) yang dua kota terakhir merupakan day trip dari Madrid. Dilanjutkan ke Cordoba dan Granada. Kota yang saya sukai? Toledo, Cordoba dan Granada.. hehe... Diperjalanan kali inilah saya baru bisa membayangkan kota-kota di novel Eragon dan LOTR. Medieval city dengan dinding kota nya. Terutama saat saya mengunjungi Toledo.
Madrid, The City
Toledo in a background
Alcala de Henares

Cordoba
Granada

August 2013 : Eid al- Fitr in my home country
Pulang kampung dihari lebaran ini bisa dibilang rencana dadakan saya saja. Pada akhirnya saya menghabiskan satu bulan (not bad) dengan berbagai jadwal bertemu teman dan keluarga. No picture available :p

September 2013 : 2 days in Paris
Ini merupakan perjalanan yang cukup melelahkan dan penuh drama (lebay). Pada hari jumat malam, saya dan seorang teman berangkat ke Paris dengan bus. Perjalanan menjadi cukup lama karena rute bus nya agak berbelok-belok melewati beberapa kota di selatan Belanda dan beberapa persinggahan termasuk di Brussel. Kami sampai di Paris pada pukul 6 pagi. Untungnya kita udah browsing sedikit banyak tentang sistem transportasi di Paris, karena jam segitu belum ada seorang penjaga loket di stasiun tersebut dan akhirnya semua orang mengantri panjang di mesin tiket otomatis nya.

Dari sabtu pagi itu kami mengelilingi kota Paris hingga Minggu malam dan kembali pulang dengan bus yang sama. Satu kesalahan fatal kami adalah karena masih menganggap Paris sama seperti kota-kota Eropa lainnya yang dapat ditempung dengan berjalan kaki, padahal kotanya sangat besar dan kami banyak kehilangan waktu gara-gara berjalan.

Eiffel, Montmartre, Les Invalides, Monalisa

December 2013 :  warm winter in Berlin and Prague
Praha itu kota yang sangat cantiiik... Sementara berlin nampak sama seperti Paris. Mungkin seperti pada saat saya ke Paris, saya memiliki ekspektasi yang tinggi dan mungkin juga karena waktu perjalanan di Paris yang sangat singkat, jadi saya tak begitu menikmatinya. Berlin... Hmm.. entahlah.. saya tak langsung jatuh cinta pada kotanya seperti saya cinta Praha.
Berlin; The gate, Dome and Museum

Prague at night

Prague, the main road

Prague, the castle
Prague the city from above


Kutna Hora, a UNESCO heritage city one hour away from Prague


All year round : different cities in The Netherlands
Amsterdam
Utrecht
Maastricht
Den Haag
Volendam
Ede
North-Holland
Arnhem
Keukenhof

Ternyata list nya panjaaaang dan hampir setiap bulan. No wonder my significant one complained about it.

Friday, October 18, 2013

Belgium Trip Part II: Brussel


Kita sampai di Brussel sudah gelap, tapi belum terlalu malam untuk keluar bagi para pengelana (halah). Bedanya jalan dengan para peminum adalah mereka justru keluar malam untuk beramai-ramai pergi ke bar/pub. Dan katanya bar/pub adalah tempat untuk bertemu orang-orang dari berbagai tempat. Sayang nya saya tak berminat untuk hanya mengobrol di tempat berbau alkohol itu, lagipula malu dengan kerudung, kasihan para hijaber laennya nanti.. (haiyaaah...).

Setelah sempat dikibuli GPS, akhirnya kita menemukan hotel yang dituju setelah bertanya dengan seseorang di jalan. Dan tara... bukan sebuah hostel..! Tapi hotel, dan bintang empat. Saya sukses mengumpati Carlos yang malam sebelumnya sempat bertanya di kitchen bersama kita, sejelek apa saya pernah menginap di sebuah hostel. Dan karna akan menginap di hoStel, saya telah siap dengan peralatan tempur dari sabun hingga handuk. Yang tentu saja sama sekali tidak dibutuhkan di hotel ini. Hotel ini bagus dan murah, tapi lokasinya cukup jauh dari city centre (tapi tentu saja kami masih berjalan kaki ke city) 
Our (not) Hostel

Makan malam di brussel tapi malah ke Mexican Resto :(


The famous French Fries yang sebenarnya di Belgium (bukan di France)


Kamera saya tak berhasil menangkan keanggunan bangunan di Mark Place ini

Koleksi Pakaian Meneken Piss


Sebagian anggota rombongan yang berhasil bangun pagi ini

Have to had a wafle in brussel

The famous Manaken Pis

Zoom out and you can see how small he is

I have to have a good hot chocolate in a chill day

You could rent these bikes

The Royal Palace

Waffle for breakfast

The waffle



Thursday, October 17, 2013

Belgium Trip - Part I: Antwerpen

Sudah lama saya ingin menuliskan semua kisah perjalanan saya di blog ini. Tapi tak mau kalau nanti berubah jadi travel blog yang sudah menjamur itu. Sejauh ini kisah perjalanan yang berhasil terekam disini adalah perjalanan di New Zealand dan Lombok. Padahal banyak kisah perjalanan lainnya yang tidak kalah menarik dan seru nya. 

Perjalanan ke Belgium ini sebenarnya sudah agak lama. Masih di bulan-bulan awal saya di Netherlands, saat ada long weekend.. (saya lupa) dan kebetulan kamera saya juga salah setting tanggal. Tapi untung saja ada facebook dan seorang teman yang rajin update, jadi saya bisa memastikan bahwa perjalanan kami waktu itu dari tanggal 29 Maret-1 April 2013. Waktu itu saya masih tinggal di Ede, sebuah kota yang sedikit lebih besar dari Wageningen, Gelderland, The Netherland (biar lengkap!). Perjalanan dimulai dengan kehebohan perencanaan oleh seorang Carlos sang pencetus ide sekaligus organiser tour (hihi). Akhirnya kami berangkat dua mobil, berisi sepuluh orang in total. Perjalanan kali ini membawa saya kebeberapa kota di Belgia; Antwerpen, Brussel, Brugge, dan Gent.

Karena Phelia si rambut merah tetap harus masuk kantor di hari Jumat, akhirnya kita baru memulai perjalanan pada pukul 12 siang dan pemberhentian pertama adalah Antwerpen, sebuah kota tua cantik di north-west nya Belgium. Dari Ede menuju Brussel, ibukotanya Belgium, kita memang melewati kota ini, tentu saja bukan berarti "benar-benar harus melewati", bisa saja kita terus meluncur di highway nya, tapi kota ini sayang untuk dilewatkan. Sayangnya sisa musim dingin masih berasa di akhir bukan maret ini dan tak ada langit biru.

Kami hanya berjalan seputaran City Centre nya. Seperti kebanyakan kota di Eropa, kita bisa berkeliling di pusat kota tua nya untuk menikmati bangunan-bangunan tua keren (termasuk katedralnya) hanya dalam hitungan jam. Kali ini kami ke central plaza, katedral (pastinya), dan stasiun. Ditutup dengan ke bar tentunya (bagi para manusia lainnya) dan ke toko coklat (saya, evi, dan Keenan yang lagi ngga pengen minum). Saat kami berjalan mencari cafe coklat, saat itu magrib datang dan terdengar suara seruling di seantero kota. Keenan si kriwil menunjukkan jarinya keatas bangunan tua dan dari jendela bangunan itu ternyata seorang bapak sedang meniup serulingnya sambil tersenyum. What a hobby!

Berikut beberapa gambar yang saya ambil di Anwerpen.

Rombongan perjalanan kali ini,
 minus Phelia si rambut merah yang memegang kamera

Di Antwerpen Station, dan kali ini yang kurang adalah Carlos
(photo courtesy of Pedro)
Jalan-jalan di kota yang mulai sepi karna udah lewat jam 5pm,
postcard tentang coklat, karna ya! belgium terkenal dengan coklat nya.
Minuman yang kita beli di chocolate cafe (dengan sepotong brownies!)
and I found Australian ice cream in belgium!
Yang cukup lucu dari foto-foto diatas karena saya menemukan bran Australian Ice Cream lengkap dengan gambar kangguru nya. Padahal di Oz dulu banyak Italian Ice cream.. hehe...

Baiklah untuk saat ini cukup perjalanan di Antwerpen saja yang saya sajikan. Ini baru setengah hari pertama perjalanan. Hehe... Pantes selama ini saya malas menulis, sekalinya di tulis bisa panjaaaang....


Friday, September 20, 2013

Why did I do this?

Ehm... Itu sepertinya pertanyaan yang paling sering saya tanyakan pada diri saya sendiri. Terlebih lagi belakangan ini. Pertanyaan itu bukan dalam rangka menyesali suatu hal yang saya lakukan, tetapi lebih pada upaya untuk "menyadarkan" mengingatkan pada diri sendiri mengapa saya mengambil langkah ini.

Belakangan, pertanyaan ini saya ajukan berhubungan dengan langkah saya mengambil satu mata kuliah ekonomi (lagi) disini. Singkat cerita, di Melbourne dulu saya juga melakukan hal yang sama dengan ganjaran "almost fail". Dan sekarang dengan tidak kapoknya saya kembali mengambil langkah yang serupa dengan keyakinan "sekurangnya saya telah dapat sedikit background sewaktu di Melbourne dulu". Tapi dahulu waktu saya mengajukan ijin untuk mengikuti kelas ekonomi ke Professornya, dia juga menanyakan apakah saya punya background sebelumnya. Kala itu walau jurusan saya teknologi pertanian, saya mendapat matakuliah "Dasar Ekonomi" dan "Ekonomi Teknik". Terdengar keren ya? Sementara yang saya ambil di Melbourne adalah Economic of Food. Dan di Melbourne saya baru menyadari bahwa saya sama sekali asing dengan konsep ekonomi, bahkan dengan teori dan konsep dasarnya. Sekarang saya wondering apa yang saya pelajari saat di Bandung dulu. Dan hal serupa terjadi lagi, walau saya merasa saya punya background dari melbourne kemaren, ternyata hal itu juga tidak significantly membantu saya disini.

Kembali ke masa sekarang. Thanks to Economic of Food, saya merasa pede mengambil mata kuliah Economic of Agribusiness kali ini. Nama kuliahnya juga terdengar lebih keren bukan? Dan sering kali saya sedikit meremehkan perkuliahan disini. Saya selalu menganggap Melbourne is better. Walo kalau dilihat dari nilai-nilai saya, anggapan itu tidak bisa di justifikasi. Nilai saya disini rendah dan hampir selalu dibawah 70%. Sementara rata-rata nilai saya selama di Melbourne diatas 75%. Ooops.. saya bukan sombong ya.. hanya memaparkan data. Selama ini saya selalu menyalahkan kerja kelompok dalam mengerjakan report dan paper yang selalu membuat nilai saya jelek. Tapi pada kenyataannya nilai exam saya juga tak pernah diatas 80%. Jadi ya alasan saya tak bisa dibenarkan. Tapi tetap saya merasa Melbourne is better.. haha...

Kenapa saya tak pernah fokus menulisnya ya..?
Jadi sekarang saat saya kembali harus berusaha keras untuk memahami teori ekonomi dan "berbagai cara abstrak" nya dalam mengukur semua nya dalam bentuk uang, saya sesekali bertanya kenapa saya mengambil mata kuliah ini lagi walau saya tau bahwa ini tidak akan gampang. Dan saya menyadari bahwa kali ini saya kuliah tidak lagi untuk nilai dan "sekedar untuk lulus". Tapi untuk mengerti dan memahami sesuatu (ciyeeeh). Nilai bukan lagi hal mutlak yang saya kejar, apalagi gelar. Saya hanya ingin memuaskan rasa ingin tahu. Hal ini tak serta merta saya bawa dari awal dulu. Awal kedatangan kesini saya memiliki target nilai yang lebih bagus. Harusnya lebih bagus karna saya juga lebih "siap" keasaannya. Tapi semua berubah setelah saya mendapati system nya yang berbeda dan keadaan saya yang lebih menyenangkan saat tidak harus terkungkung target.

Jadi mengapa saya melakukan ini..? Menurut saya ini hanya jalan saya untuk memahami dan menikmati hidup :)

Thursday, May 23, 2013

Something wrong...

Sampai dengan hari ini, saya telah berada hampir 4 bulan di negri mantan penjajah kita ini, The Netherlands atau yang biasa kita kenal dengan Belanda (saya masih tak habis pikir kenapa kita menamai mereka Belanda, mungkin karena Netherland ga bersahabat dengan lidah para Jawa dahulu kala). Sampai dengan saat ini juga saya telah menempuh 3 courses (kalo di Oz dibilangnya 3 subjects) dan so far saya tidak puas dengan nilai-nilai yang saya peroleh.

Saya tak percaya dengan omongan orang-orang yang bilang, "Kalo kuliah disana, yang penting passed" alasan nya karna ini di Belanda (so what?) Bilangnya ini high rank campus (so? Malbourne Uni lebih tinggi ranking nya). Belajarnya beda, bahasanya beda, system nya beda dan berbagai excuses lainnya. Tapi ketika semua hal itu saya bandingkan dengan kuliah di Melbourne University, trus apa bedanya? Bahkan english saya lebih parah waktu disana, disini saya lebih nyantai dan orang-orang juga jauh lebih mengerti seperti yang saya ulas di posting sebelumnya.

Satu hal yang pasti berbada adalah semua assignment yang dilakukan dalam group. Saya tak menyukai ini dari awal. Di Melbourne nilai-nilai saya tinggi di assignment karena hampir semuanya individual essay. Dengan english saya yang terbatas, saya mampu memperoleh nilai 80 bahkan 90 dibeberapa essays. Biasanya nilai 90 saya peroleh di essay yang lebih singkat yang berarti bobot penilaiannya juga lebih kecil. Saya mengakui dahulu itu kemampuan saya menjawab soal exam dalam bahasa english masih sangat terbatas, jadi tak mengherankan nilai exam saya juga pas-pasan.  But at the end, total nilai saya juga bagus.

Sementara disini? Saya tidak bisa menyalahkan group work begitu saja. Toh disana juga terdapat andil saya. Saya pikir at the end saya harus mengakui bahwa semua ini disebabkan oleh effort saya sendiri. Dibanding di Melbourne, saya disini lebih santai. Ini juga tak lepas dari gampangnya terpengaruh dengan gaya belajar manusia-manusia pemabok ini. 

Ketika saat ini saya melihat kembali masa-masa di Melbourne, saya menyadari bahwa saya benar-benar belajar disana. Maksudnya saya memberikan full effort untuk semua tugas dan ujian. Sementara disini nampaknya saya melepas tanggungjawab kepada group hanya karna saya tak menyukainya. So from now on, harusnya saya kembali mengubah attitude. Tidak merasa bisa dan lantas bersantai ria, harusnya saya seperti dahulu kala yang merasa banyak kekurangan dan harus mengejar semua itu dengan blajar.

Mari kita mulai..!

Bismillahirrohmanirrahiiiim...

Saturday, April 27, 2013

What Am I Gonna Do?

Yang pasti saya harus memiliki kehidupan lebih baik dari saat ini. Jadi coret saja kemungkinan untuk menjadi IRT. Impian saya beberapa waktu yang lalu. Bukan karena saya tidak mungkin mencapai nya, tapi karena ketergantungan kepada orang lain yang membuat mewujudkan mimpi itu tak semata berada dalam kuasa saya. Jika ingin menjadi IRT saya membutuhkan orang lain yang 100% mensupport saya. Penuh. Dan ya alhamdulillah sampai saat ini saya belum menemukan seseorang yang mau melakukannya.. hehe...

Pilihan berikutnya adalah menjadi profesional, menjadi pengusaha, atau menjadi researcher. Sekarang saya akan memasukkan opsi mencari kesempatan untuk bisa menjadi research assistant dan sejenisnya. Saya lebih tertarik untuk bergabung dengan project2 yang ada disini untuk kemudian memiliki kesempatan untuk meneruskannya saat saya selesai dengan masa study disini.

Selama saya tak kembali ke negri sendiri, tak akan ada masalah sepertinya. Tapi kemudian ada sedikit masalah lainnya. Masalah pribadi. Saya memikirkan itu sebelum nya tapi ketika rencana awal saya tidak di support... apalagi pilihan saya?

Mimpi lainnya adalah saya menetap di suatu wilayah polosok Indonesia yang cantik. Dan saya akan mengabdikan hidup untuk kemashalatan orang banyak. Mengabdikan diri untuk negri. Sekurangnya saya bisa menjadi guru SD. Cita-cita yang mulia bukan? Tapi apa saya mampu melakukannya? Apa saya akan betah disana?

Masih ada impian lama saya untuk menjadi seorang penulis best seller. Saya hanya mau jadi penulis jika tulisan saya memberi manfaat dan menjadi best seller. Segampang itukah? Tentu tidak! Apa yang akan saya tulis pun masih tak terbayang di kepala saya.

At the end, perjalanan hidup ini menurut saya hanya untuk sebuah pembelajaran. Tapi belajar untuk masa mana lagi? Saya tak akan pernah bisa mencapai tujuan hidup saya jika saya sendiri tidak men-set tujuan itu. Saya pikir sudah saatnya saya berhenti membuat dan mengejar mimpi-mimpi jangka pendek. Tapi jika mimpi jangka panjang saya adalah kebebasan financial and a happy family.. sepertinya terlalu jauh perjalanannya tanpa saya memiliki bayangan untuk jangka menengah dan jangka pendek nya.

Kenapa saya tak bisa seperti orang lain saja? ah.. tapi apa yang saya tahu tentang orang lain. Belum tentu mereka juga puas dengan hidup nya masing-masing. Barangkali mereka iri dengan hidup saya. Jadi untuk saat ini saya mensyukuri dan menikmati perjalanan hidup ini.

Bismillahhirrahmannirrahiiim...

Seperti biasa saya selalu berdoa semoga jalan kehidupan saya kedepan selalu dimudahkan oleh Allah
Amiiin....