Saturday, March 10, 2012

Everything happens for a reason..

So what is the reason now?
Hiks... I don't know what to do.
Seriously, I thought I am over it. Until the reality hits me and beats me. Kick me hard in the gut. I am a looser.

So what's the reason, now? Please... I tried to be positive, tapi yang ada headache dan susah bernafas seharian kalau ingat masalah ini. Seperti biasa saya selalu mengharapkan ada hasil positif dari kondisi ini. Pasti ini yang terbaik, I knew it, but at first I have to get over it. Deal with it. In the short time. I don't think I have much time left. Gosh...

Can I just cry all night long and hoping in the next day everything is back to normal? Wish it could be that easy. 

Harusnya.. Seharusnya... Mestinya... Sama sekali tak membantu... Gosh.. Why am I so stupid..? Stop it. 

Tujuan utama saya menulis bukan untuk mengeluarkan semua hal negatif ini, tapi upaya mengubahnya menjadi energi positif. Apa yang bisa saya hasil kan dari kondisi ini? Barangkali bisa dimulai dengan melanjutkan tulisan saya. Tapi cukup dengan semua tema drama nya. I want a happy ending. Both for the character and myself.

Tapi emang ada ending nya bo? Sebelum hidup berakhir, belum ada endingnya. Jadi bisa terserah saya akan memenggalnya dimana untuk memperoleh happy ending. And I believe I got lots of happy ending in my life.

Ini hanya satu fase drama lagi dalam hidup saya yang akan menghantarkan saya ke another happy ending.

Love you, violace :) *hugs*

Sunday, March 04, 2012

Mendadak Sakit

Diawali dari Jumat kemaren kitika saya terbangun dengan nyeri dan pegal di telapak tangan kanan dan sakit di dada. Ketika saya mengubah posisi tidur menjadi menyamping, sakit di dadanya tak tertahankan. Saya pikit ini hal biasa dan saya abaikan dengan tetap berangkat ke kantor. Sore harinya tidak cuma telapak tangan kanan yang nyeri dan pegal, tapi juga telapak tangan kiri. Saya tidak bisa mengepalkan kedua tangan karena sakit. Kedua kaki saya pun berasa pegal dan nyeri. Sesampai di rumah saya langsung terkapar tidur dengan badan tak enak.

Hari Sabtu kemaren saya tidak bisa bergerak bebas, seluruh badan pegal dan sakit kepala serta demam. Akhirnya setalah hanya terkapar dikamar seharian, pada malam harinya saya ke dokter. Dan.. tentu saja hanya di treatment sebagai orang yang menderita demam biasa. Tentunya diberi obat yang terdiri dari parasetamol, antibiotik dan vitamin.

Hari ini, syukurnya badan saya tidak seperti kemaren, saya sudah bisa beraktifitas dan tidak melulu tidur dengan berbagai mimpi buruk. Beberapa hal yang menjadi pikiran saya saat ini adalah... banyak nya pekerjaan di kantor yang akan semakin menumpuk jika saya besok tidak masuk, komentar negatif orang2 kantor yang akan menghina dina saya yang jatuh sakit dengan beban pekerjaan seperti itu... (ow yeah... they have been talking about my breakdown handling those works). Dan yang paling penting.. rencana kabur saya akhir bulan ini untuk 2 hari yang tiket nya sudah saya beli.. :(

Sudahlah.. Yang penting saat ini semoga saya cepat pulih kembali.

Monday, January 09, 2012

Old same

Tak tahulah aku siapa yang ditipu. Otakku terlalu pintar menelaahnya. Barangkali perhitungan bodohnya yang benar. Mana pulalah aku tahu. Aku percaya ajalah apa katanya. Yang kuingat semua yang bagusnya saja sekarang. Mau dia berdusta padaku, itu urusannya dia dengan tuhan. Tak ada urusan ku. Aku jujur jujur saja. A ku pikir, A yang aku bilang, tak A plus tak pula A minus. Tapi kadang ya ku tambahi plus lah biar bagus sedikit. Atau ku kasi minus biar tak terlalu pongah dia. Tapi ya tetap A, tak kuubah jadi B atau C. Macam manalah yang harus kubuat sekarang. Tidur tak tenang hati tak tentram. Tal tahu aku mau berbuat apa. Kupikir aku masihlah cinta sama dia. Tapi ini benar cinta tak ya..? Kalau iya cinta trus ke yang di selatan jauh dan selatan sekat tu apa pula namanya? Yang sampai mau menangis-nangis pula aku kemaren ni. Kusangka itu yang cinta. Pusing pulalah aku dengan kata cinta ini. Tak ada lah rasanya yang sama kek yang dimbuku-buku cerita tu. Disana yakin kalilah orang kalau dia jatuh cinta. Tak macam awak ni. Mau tau cinta atu bukan aja susahnya setengah mampus pula. Tak ada kah yang gampang dikit? Macam mana ini Tuhan?

Sunday, January 01, 2012

Packing

Yeah.. It's time to say goodbye, Melbourne. I won't review my achievements and all things that I wish I could do during my short period time living in here. But anyway... Sediiiih... Dua tahun itu tidak berasa (sekarang.. Waktu ngerjain assignments n exam prep sie berasa bangeeeed.. Hehe).

Yah.. Kalau saya fokus pada hal yang tidak saya lakukan selama disini padahal seharusnya saya melakukannya, tentu list nya bakal panjang sekali. Jadi mari kita fokus pada hal yang telah saya capai. Dapat gelar master nya.. And..? Fiuuuh... Gada significant achievements lainnya, selain pembelajaran hidup yang tidak berhenti.. (cuiiih...).

 Yaaah... Tau lah gw nulis disini adalah untuk terapi jiwa biar ga gila sendiri ( berapa kali sudah gw tulis seperti ini ya..? ). Dan satu2 hal yang bisa membuat gw gila adalah masalah perasaan (pleaseee). Perasaan dalam arti luas ya.. Bukan cuma masalah perasaan cewe ke cowo. Sekarang lagi labil soal kepulangan ke Indo. They won't care nor even congratulate me for my achievement. Pasti bakal langsung nanya "masternya udah dapat.. Mister nya gimana..?" atau pertanyaan2 sejenis, yang niatnya ngelucu tapi sama sekali ngga lucu. Gw ngga peduli.. Tapi ngga mau "kejam" gw keluar kalo udah berkali2 ditanya dan bete.

Tuesday, December 13, 2011

Sedih..

Sial nie.. Gw malah sedih begitu mo wisuda. Ini berawal dari telepon dari temen gw yang menanyakan ada tiket lebih atau ngga. Tiket buat masuk ruang wisuda maksudnya. Setiap graduant kan dikasih 3 tiket buat keluarga. Lha gw ngga ada keluarga yang datang. Sedihnya lagi temen-temen deket gw juga pada wisuda di hari yang sama. Dan beberapa yang belum wisuda tahun ini lagi balik liburan ke Indo. Ya sudah... SEDIIIH...!! SIAL..!!

Jadi ingat wisuda S1 yang tanpa keluarga juga. Tapi waktu itu ada 3 orang sobat gw yang nemenin. Jadi ya seru2 aja. Huff... Ah paling ntar juga I am gonna fine.. :)

Yay..!! Gw beres master nya..!!

Friday, December 09, 2011

So what's next..?

Mana.. manaaa... tulisan tentang perjalanan ke NZ yang seru itu..? Huu... malah saya sama sekali tak berniat untuk menulisnya. Lagi-lagi sekarang menulis tentang (yang bahasa gaulnya) kegalauan--> cuiiih...

Baiklah... saya sedang gundah gulana memikirkan kepulangan ke Indonesia... Mana kegembiraan dan "I don't mind going back home" attitude yang kemaren digembor-gemborkan ke housemate itu..? fiuh...


Tuesday, December 06, 2011

Tentang Ahmed dan Cantik

Hai.. hai.. masih inget cerita tentang dua orang teman saya si Ahmed dan Cantik yang pernah saya bahas disini..? Saat ini saya sedang di rumah nya Cantik, jangan tanya sedang apa karena saya tak mau menjelaskan nya. Dan tebak siapa yang menelepon Cantik? Tentu saja Ahmed. Tapi ini bukan hal yang special sampai perlu di dedikasikan di blog saya ini. Yang manarik untuk di tulis adalah reaksi Cantik setelah telepon tak penting itu dan pemikiran saya yang memang suka menganalisa hal-hal yang tak penting seperti ini dan menuliskannya di blog ini.

Ini semua tentang perasaan bung (halah). Lebih menarik untuk dituliskan dibanding mendeskripsikan keseruan roadtrip saya ke New Zealand kemaren (baiklah.. saya memang penulis yang sangat malas).

Kembali ke topik kita, kenapa saya jadi sedih sendiri melihat reaksi Cantik yang sangat happy setalah mendapat telpon tak penting dari Ahmed? Dan kenapa saya kesal setengah mati dengan Ahmed? Mungkin karena saya (menganggap) tau perasan kedua nya. Dan saya malah jadi "kasihan" dengan Cantik. Padahal belum tentu saya benar2 tahu perasaan mereka berdua. Barangkali Ahmed memang suka dengan Cantik, bukan hanya memanfaatkan keberadaan Cantik saja untuk keuntungan dia seperti tuduhan keji saya sebelum ini. Semoga hal itu benar adanya. Kalau tidak, itu benar2 merubah pandangan saya terhadap seorang Ahmed.

Tapi apa salah Ahmed ya? Apa salah Cantik yang bahagia dengan hal sepele itu? Tidak ada yang salah. Yang salah adalah pandangan saya yang melihat tindakan Ahmed seperti "pemberian harapan" pada Cantik.