Friday, April 01, 2016

Post Partum Stories

# Gemukan?
Guest 1 : "Lho.. Pangling saya, gemukan ya skarang mbak?
Me : " iya pak, habis melahirkan"

Guest 2 : ".. lemu ya skarang nok?"
Me : " iya yang, habis melahirkan"

Guest 3 : " gemuk ya skarang?"
Me : " iya bulik, habis melahirkan"

😡😡😡😡😡😡

What is wrong with you people? What do you expect? I am back to my normal size two weeks after delivering a baby? 

#Panggilan

Kakung : "wah.. Tau aja kalo mama nya datang.."

Uti : "bangun dedek nya nie mi..."

Bapak e : " pinter ya anak ibu "

Me : still undecided what to be called. But getting annoyed with others. Actually lately I am easily annoyed with almost every little thing. 

Thursday, January 28, 2016

Morning Story..

I am on my 33th week pregnancy..!

Ini sebenarnya cerita yang sama sekali ngga nyambung dengan isi blog sebelumnya. Niat nya sie mau melanjutkan cerita Europe trip tahun lalu itu, tapiiii.... seperti yang sudah-sudah... kehilangan semangat untuk melanjutkan dan ingatan mulai memudar dengan semakin jauhnya rentang waktu.

Since I am not really a morning person (alasan..!), pagi-pagi biasanya saya masih lemot dan malas beraktifitas. On the other hand, my husband (ihiiy.. hihi.. masih belum terbiasa aja nieeh :D) sepertinya lansung "on" kalau pagi-pagi. Jadi beberapa hari terakhir ini aktifitas pagi saya biasanya adalah bikin minum (milk tea for me and seduhan temu lawak for him), trus nyiapin sarapan yang cuma bikin salad buah saya dan smoothies dia. Atau kadang roti bakar, tergantung apa yang tersedia.

Sementara aktifitas dia adalaaaah.... Masak buat bekal lunch saya (yeay!) dan bikin sandwich buat  bekal lunch dia. Untung nya kita berdua jam kantor nya ngga yang fix, jadi bisa santai pagi harinya.

Jadi point utama cerita ini adalaaaah... Nothing..! I just felt very blessed to have him. Tidak akan semua suami mau seperti itu (apalagi kalo orang Padang :p). Walau sama-sama bekerja, untuk pekerjaan rumah tangga sepertinya masih aja kesannya kewajiban istri. Saya sendiri pun masih terdoktrin seperti itu. Masih sering merasa bersalah kalau tidak mempersiapkan makan atau tidak membersihkan rumah like all of those were solely my responsibility.

Friday, November 06, 2015

New Year 2015 Trip Part 3: The first snow and the journey began...!

Saya sudah membeli tiket minipas euroline ketika memperoleh kabar bahwa visa my significant one sudah keluar. Saya membeli untuk perjalanan Amsterdam - Brussel - Paris - Amsterdam. Kota yang "cukup dekat" untuk ditempuh dengan bus. Walaupun banyak opini bahwa perjalanan dengan kereta jauh lebih nyaman, tapi harga tiketnya mahal jika waktunya telah cukup dekat. Untuk dapat memperoleh harga tiket kereta yang murah harus mulai rajin mencari dan memesan dari 3 bulan sebelum keberangkatan. Keterangan dan ketentuan tentang euroline minipas bisa dibaca di website mereka.

Sepulangnya kami dari menonton di malam sebelumnya, my not yet husband sempat bertanya soal salju. Karena tahun sebelumnya salju juga tak banyak turun di Belanda (at least di bagian Wageningen) saya pun dengan santai nya bilang mungkin tidak akan ada salju sampai awal tahun. Tapi ternyata keesokan paginya salju telah menutupi permukaan tanah walaupun tak terlalu tebal.

Saya lupa nama stasiun tempat keberangkatan Bus euroline (Duivendrecht stasiun namanya), tak begitu jauh dari Amsterdam central, hanya perlu naik Metro. Karena jam keberangkatannya siang, dan tak mau merugi dengan membeli tiket kereta ke Amsterdam, akhirnya kami berangkat pagi untuk dapat berjalan diseputar centrum nya Amsterdam.

di Dam Square, tanpa jejak salju
 masih belajar menggunakan tongsis :D
Karena hanya memiliki waktu terbatas di Amsterdam, kami hanya berjalan ke Dam Square dan membeli beberapa perlengkapan anti dingin yang kebetulan sedang banyak di diskon di pertokoan sepanjang centrum. Walaupun salju turun di pagi harinya, siang hari sama sekali tak ada terlihat serpihan putih, sudah hilang tergantikan genangan coklat kotor dibeberapa tempat.

Di stasiun keberangkatan bus euroline Duivendrecht, tiket minipass nya di tukarkan di counter, kami diberikan bag tag untuk menandai barang yang dibawa dan nomer bus/ tiket (kalau tidak salah :D) tidak ada nomer kursi . Karena saya sempat mengantri lama di toiletnya, akhirnya kami naik bus belakangan dan "terpaksa" duduk paling depan. Jadi satu row paling depan itu diberi pembatas awalnya sehingga tidak ada yang dapat menempati. Sepertinya sengaja disediakan untuk para penumpang yang muncul di last minute. Dan dimulailah perjalanan kurang lebih 3 jam ke Brussel.
Ada kemacetan juga lho... dan salju masih terlihat di sisi jalan yang tak terusik
Saya tak tahu itu patung merah maksudnya apa
Karena musim dingin yang mataharinya cepat menghilang, sesampai di Brussel sudah gelap dan gerimis. Untungnya saya sudah browsing sebelumnya lokasi penginapan tempat kita bermalam dan sudah mendownload google map. Berbekal google map offline itulah kita akhirnya berjalan dan sukses menemukan penginapan.

Oya, karena sistem minipas yang open (dan murah), kita harus booking perjalanan di lokasi keberangkatan dan subject to availability. Jadi untuk menetapkan tanggal berapa berangkat dari belanda ke brussel, harus ke loket euroline di Belanda. Nah untuk menetapkan tanggal berapa dari brussel ke Paris, harus di loket brussel, dan tak bisa online. Makanya begitu sampai di stasiun brussel kami langsung ke loket euroline (pembelian) untuk booking keberangkatan ke Paris. Sempat tersasar ke loket keberangkatan euroline bagi yang sudah memiliki tiket sebelum diarahkan ke tiket pembelian mereka. Padahal sudah sempat antri lumayan juga :D

Karena sudah gelap (walaupun belum malam) dan bukan penikmat kehidupan malam (seperti teman2 di perjalanan sebelumnya) akhirnya malam itu kami hanya mencari makan malam (berakhir di kebab karna ada label halal nya) dan beristirahat. Besok nya kami tak berniat menjelajahi Brussel, kenapa? Karna besok adalah hari minggu dan tiket keluar kota discount 50%, jadi kami berniat mengunjungi kota cantik Genth terlebih dahulu dan baru mengexplore Brussel setelahnya.

Wednesday, November 04, 2015

New Year 2015 trip Part 2: The Small Town called Wageningen

Melanjutkan cerita perjalanan libur menyambut tahun baru 2015 saya kemaren, yang baru saya ceritakan bagian kedatangan doank :D, kali ini saya akan posting perjalanan di tiga negara tersebut per hari.

Jadi itinerary selama perjalanan kali ini kurang lebih seperti ini.
25 Dec 2014 : Arrival
26 Dec 2014 : Wageningen the village - Hobbits
27 Dec 2014 : The Snow, Amsterdam and Brussel
28 Dec 2014 : Gent - Canal Cruise
29 Dec 2014 : Brussel - walking around city and the museum
30 Dec 2014 : Brusel the city and continue to Paris?
31 Dec 2014 : Paris, hop on hop off bus, lunch
1 Jan 2015    : Paris when everything almost closed : where did we go then? Grand Mosque
2 Jan 2015    : Arrived back in Wageningen
3 Jan 2015    : Amsterdam - shoes-light- maximus diner
4 Jan 2015    : Another city in the Netherlands (amsterdam and rotterdam) shopping!
5 Jan 2015    : amsterdam - lilystad - the jacket
6 Jan 2015    : He's leaving

Yang saya ingat pada hari ini adalah karena sore nya kita nonton hobbit the battle of five armies  dan makan di halal kebab dekat bioskop tersebut. Cuaca malam itu cukup dingin dan karena masih libur natal, bioskop nya penuh (dengan orang tua dan anak-anak). Saya tak yakin pernah mencerikan tentang bioskop kecil disini. Mereka punya waktu break untuk ke toilet atau membeli snacks, tepat di tengah-tengah film! Saat seru-serunya pertempuran, tiba-tiba blep! layarnya gelap. Dan tanpa protes orang-orang langsung berdiri, mengambil jaket dan keluar. Antrian toilet sangat panjaaaaaaaang.... Dan 15 menit kemudian semua kembali duduk manis untuk lanjut menikmati film. Tidak semua bioskop di Belanda seperti ini (katanya). Rangkaian bioskop bernama -Pathe'- tidak memiliki waktu break seperti ini, tapi -Cinemec- dan bioskop di Wageningen ini memiliki waktu break.

Untuk "kota" (kampung) wageningen sendiri tidak ada yang menarik untuk di explore.

Friday, October 30, 2015

It's my birthday..!

Penting banged ya untuk di buatkan postingan di hari ini. My first birthday with a husband. Ga jauh beda sie... haha... Malah awalnya dia bakal di luar kota sampai nanti malam. Dari awal sampai semalam bilangnya akan balik nanti malam. Trus tiba-tiba muncul tadi malam as a surprise dan saya tidak bukain pintu dwoonk... haha... But I knew it...

Dia sempat bilang acara Jumat nya di cancel, sempat keceplosan mau makan malam kemaren dekat airport aja, hp nya mati di saat yang saya curigai dia lagi di pesawat. Jadi ya saya sudah menduga (and hoping) dia bakal pulang kemaren malam. Masalahnya, dari waktu hp nya sudah bisa dihubungi hingga waktu dia sampai di rumah itu cukup lama. Tentu saja saya jadi lebih kecewa karna sudah berharap dia beneran balik tapi (sampai saat itu) ternyata tidak.

Dan taraaa... ketika saya sudah memutuskan untuk tidur, pintu diketuk dan dia muncul. So sweet isn't it? :D Udah gitu aja.. haha.. hari ini normal bekerja tanpa rencana spesial apapun. Ulang tahun terakhir sebelum berubah status jadi orang tua nieh.. (insyaallah.. amiiin...). Semoga semuanya lancar sajaaaa....

Wednesday, October 28, 2015

New Year 2015 trip Part 1: The Arrival

Berhubung saya sedang tidak ada kerjaan dan bingung berat mau ngapain dan sangat ingin jalan-jalan, akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan perjalanan menyambut tahun baru tahun 2015 kemaren. A thing to remember lah ya... Saya sempat menuliskan beberapa penggal pengalaman liburan selama 3 minggu Christmas - New year period tersebut, tapi tanpa menceritakan detil perjalanannya.

Jadi my significant one (waktu itu belom jadi suami lah yaa...) datang mengunjungi eyke ke negri kumpeni. Niat mau datang nya sie udah dari tahun 2013, kenyataannya, saya yang akhirnya balik ke Indonesia lebaran 2013 (1 bulan), internship di January 2014 (4 bulan), balik lagi buat data thesis di Jambi Agustus 2014 (2 bulan), daaaan akhirnya si dia datang di December 2014. Sementara eyke dijadwalkan beres kuliah akhir Jan 2015 dan berencana balik February 2015. Jadi ya... LDR selama 2 tahun itu bukan beneran ngga ketemu blas selama 2 tahun, paling lama ya 6 bulan-an.

Tanggal 26 December 2014 malam dia mendarat di Schipol (yeay...!) dan berhubung ini pertama kalinya dia menginjakkan kaki ke Eropa, dan sebagai tuan rumah yang baik saya menjemputnya dunk.. :D
Apps yang bisa mengetahui kedatangan pesawat di bandara.
Karna pake transit di Dubai, originnya ngga tercantum dari Indonesia :)
Saat saya sampai di airport, pesawat yang dia tumpangi telah mendarat, tetapi saya tetap harus menunggu beberapa saat karna proses imigrasi dan pengambilan bagasi. Saat saya menunggu, seorang om-om duduk disamping saya dan mengajak berbicara. Dia orang Indonesia yang sudah puluhan tahun tinggal di Belanda (melihat sekilas saya tak menduga bahwa dia orang Indonesia) dan sedang menunggu istrinya yang datang dengan pesawat yang sama. Akhirnya kita sempat bercakap sebentar dan dia memuja istrinya yang ternyata juga orang Padang yang jago sekali memasak.

My significant one muncul lebih dahulu diikuti oleh istri nya si om. Dan ternyata dia juga sempat membantu bawaan ibu-ibu yang ternyata adalah istri si om ini. Si tante tentu saja bawa banyak sekali barang dan si om sempat bercerita sebelumnya bahwa si tante pernah bawa 10kg rendang dan ditahan imigrasi gara-gara kedetect sama anjing nya :D

Kami pun memisahkan diri dari si om dan tante yang ujung nya bertemu lagi di toilet. Disinilah saya officially berkenalan dengan si tante dan bercakap bahwa saya juga orang Minang. Seperti kebiasaan orang Minang, pasti dunk si tante menanyakan dimana kampung halaman saya. Dan saya memberikan jawaban standar bahwa sekarang orangtua saya di Padang tapi nenek saya di Sijunjung. Dan si tante juga mengaku dia pernah tinggal di Muaro-Sijunjung. Disini perasaan saya mulai tak enak.. ingat (almh) emak yang pernah ngaku terkenal sekota Muaro-Sijunjung. Ya gimana ngga akan kenal semua orang di kota kecil ituh. Saya pun langsung bilang..
"Jangan-jangan tante kenal orang tua saya..."
"Siapa..?"
"xxxxxxx"
"Ya ampuuun....! Saya Bu Sarjak..!"
"Ow ya ampun ibu..."
"Anak saya si Y dan Z satu sekolah sama anaknya bu xxxx (which is kakak saya)..."

Yeah... to be honest, saya tak ingat wajah Bu Sarjak sedikitpun, saya juga berpikir sepertinya saya tak pernah sekalipun bertemu dia dimasa kecil saya. Tapi tentu saja namanya tak asing di telinga saya karna dia dan suaminya (yang dulu) adalah teman orang tua saya. Pak Sarjak adalah dokter di kota kecil itu yang tentu saja dikenal semua orang. Dan anak nya satu sekolah dengan kakak saya (anak siapapun akan pernah satu sekolah di kota kecil ini karna hanya memiliki satu SMA)

Si om yang mengobrol dengan saya tadi bukan Pak Sarjak tentunya. Saya tak tau nama asli Bu Sarjak sebenarnya siapa.
dengan Bu Sarjak
I think this story should be ended here. Ini sama sekali bukan cerita perjalanan saya dengan dia. Tapi sekurangnya ini awal yang manarik untuk diingat.

Oya, saya mau menambahkan cerita dia mengurus visa. Jadi dia apply visa Belanda dengan invitation dari saya. Jadi saya harus ke kantor Gementee untuk mendapatkan form invitation. Di form itu saya harus mengisi informasi saya dan dia. Dan berhubung saya sama sekali tidak membawa dokumen yang dibutuhkan (pastinya ditanya no passport etc), saya akhirnya harus balik lagi ke Gementee setelah mengisi semua data untuk meminta signature dan stamp dari mereka. Kemudian invitation letter ini harus dikirim ke Indonesia (by post karna harus yang asli) dan masuk dalam berkas yang dibawa untuk aplikasi visa. Karena saya yang mengundang dan "mengaku" akan menanggung semua biaya dia selama stay, jadilah saya juga harus mengirimkan bukti tabungan selama tiga bulan terakhir.

Sementara dia melengkapi semua berkas yang diminta untuk applikasi visa dan tibalah waktu interview. Walaupun kita berencana untuk jalan ke Belgia dan Paris, tapi dia sama sekali tidak memasukkan itinerary tersebut dalam aplikasi karna pastinya akan ditanya booking hotel etc, padahal saya sama sekali tidak mau booking sebelum pasti dia mendapatkan visa. Yang lucunya, dia bercerita bahwa saat interview sama si mbak-mbak intervewer menanyakan tujuan dia ke Belanda (pertanyaan standar). Dan dia cuma menjawab mau mengunjungi pacar yang sedang kuliah. Saat si mbak nanya kapan saya akan selesai dan balik, dia jawab bulan February. Dan komentar si mbak nya adalah...
" Gak sabar amat..." :D

Oya, sebelum dia berangkat saya dengan ragu minta dibawakan novel terbaru nya Dee - Gelombang, yang waktu itu baru terbit. Saya ragu karna (1) akan menambah beban membawanya balik ke Indonesia (2) saya akan pulang tak lama lagi (3) akankah ada waktu membacanya padahal saya sedang sibuk dengan thesis report. Dan dia juga dengan tegasnya menolak membelikan dengan alasan yang kurang lebih sama. Okay.. I got it.... Eh tanpa disangka dia membelikan novel itu lengkap dengan bungkusan cantik ala mbak2 toko (ga mungkin dia yang bungkuuus :D) yang langsung saya recycle untuk membungkus titipan teman di Indonesia (bungkusnyaaa.. bukan bukunya!). Alhamdulillah yaaa... How lucky I am... :)

Tuesday, October 27, 2015

I need (want?) a vacation...

Saat ini kalau liat laut, danau, sungai atau foto-foto air lainnya langsung pengen banget nyebur. Lihat kolam renang kali juga sama ya... Mungkin besok berenang aja kalo kaya gini. Terakhir liburan itu adalah bulan puasa... itu pun gak nyebur ke laut, cuma nongkrong dan main di pinggiran trus berenangnya di kolam renang. Lumayan lah yaaa....
Entah kapan bisa jalan ke tempat seperti ini lagi.... (one day we will...) 

Dulu di negri kumpeni itu gampang sekali sie kalau mau merencanakan gate-away on the weekend. Tinggal lihat lagi ada promo/ event apa atau pilih kota yang belum dikunjungi trus tinggal naik kereta. Jalan seharian dan pulang. Kalau sekarang di Jekardah ini mau kemana pake kereta? Tanah abang? Bisa ke Bogor sie... Niat aja gitu ke Bogor trus ke taman raya bogor? Apalagi sie tempat yang bias dikunjungi.. males aja kalau shopping ke outlet lagi (padahal biasanya ke Bogor kerjaannya begini).

Masalahnya sekarang di tiap weekend pasti ada agenda. Kalaupun ga ada acara pasti sangat bahagia bias stay dirumah aja karna udah cape ajah. Belom lagi saat ini targetnya adalah nabung nabung dan nabung.... I know... I do not want a fancy vacation like going to Europe.. Just a simple one like one day trip kemanaaa gitu... tapi ke tempat liburaaaan... jalan-jalannya bukan ke mall. Ah nanti paling settle nya dengan nonton di bioskop aja nie gw...